Langsung ke konten utama
Memuat waktu...
🔥 Penawaran Voucher Diskon Shopee
Promo & voucher bisa berakhir kapan saja
00 : 00 : 00
LIHAT Voucher Shopee Hari Ini

Setting ROAS GMV Max Shopee Sering Salah? Ini yang Bikin Iklan Seret atau Boncos Tanpa Disadari

Beberapa waktu terakhir saya mulai sering melihat satu pola yang sebenarnya cukup “berbahaya”, tapi sering tidak terasa di awal. Bahkan banyak seller yang baru sadar setelah uangnya sudah cukup banyak keluar.

Masalahnya bukan karena iklannya tidak jalan. Justru kebalikannya.

Iklan jalan. Order masuk. Omzet naik.

Tapi ketika dihitung di akhir…

👉 uangnya tidak terasa bertambah

Di titik ini biasanya orang mulai bingung. “Padahal order ada, kenapa rasanya tidak berkembang?”

Kalau ditarik lebih dalam, akar masalahnya sering ada di satu hal yang kelihatannya kecil, tapi sebenarnya sangat menentukan:

👉 ROAS

Dan masalahnya, banyak yang pakai angka ini tanpa benar-benar paham cara kerjanya.

Ilustrasi dashboard iklan Shopee dengan ROAS tinggi namun berisiko merugikan jika tidak dihitung dengan benar


Apa Itu ROAS? Jangan Sampai Salah Paham dari Awal

ROAS (Return on Ad Spend) sebenarnya konsep yang sangat sederhana, tapi sering disalahartikan karena tampilannya terlihat “teknis”.

ROAS itu hanya satu hal:

👉 perbandingan antara uang iklan yang kita keluarkan dengan penjualan yang dihasilkan dari iklan itu

Kalau kamu keluar Rp100.000 untuk iklan, lalu dari iklan itu kamu dapat penjualan Rp1.000.000, berarti ROAS kamu 10.

Artinya:
👉 setiap Rp1 yang kamu keluarkan menghasilkan Rp10 penjualan

Di sini banyak yang langsung merasa: “wah ini bagus”.

Padahal ini baru setengah cerita.

Karena ROAS hanya bicara tentang omzet, bukan keuntungan.

Dan ini titik pertama yang sering bikin banyak orang salah arah tanpa sadar.

Dashboard setting performa roas gmv max shopee



Kenapa ROAS Tinggi Tidak Selalu Aman?

Di dashboard iklan, angka ROAS yang tinggi memang terlihat “menenangkan”. Seolah-olah sistem bekerja dengan baik dan efisien.

Tapi kalau kita berhenti hanya di angka itu, kita sebenarnya sedang melihat dari sisi yang belum lengkap.

Karena dalam jualan, yang menentukan sehat atau tidak bukan omzet…

👉 tapi sisa uang setelah semua biaya

Mari kita lihat secara pelan-pelan.

Dari penjualan yang kamu dapat, masih ada:

  • harga pokok barang (HPP)

  • biaya admin Shopee

  • biaya layanan

  • potongan promo (kalau ada)

  • ongkir (kadang sebagian ditanggung seller)

  • biaya packing

Artinya, dari Rp1.000.000 penjualan tadi, belum tentu itu semua “punya kita”.

Dan kalau biaya iklan kita terlalu besar dibanding margin, maka yang terjadi bukan untung…

👉 tapi jualan sambil menggerus keuntungan sendiri


Membaca Dashboard Iklan dengan Cara yang Benar

Kalau kita lihat data seperti yang kamu kirim, secara umum performanya terlihat sangat bagus:

  • impresi tinggi

  • klik tinggi

  • order ada

  • ROAS tinggi

Banyak seller berhenti di sini dan menyimpulkan:

👉 “iklan saya sudah optimal”

Padahal sebenarnya, ini baru tahap awal membaca.

Karena angka-angka di dashboard itu harus dibaca sebagai satu rangkaian, bukan berdiri sendiri.

Misalnya:

Klik tinggi tapi order kecil → masalah di produk
Impresi tinggi tapi klik kecil → masalah di tampilan
Order banyak tapi profit tipis → masalah di biaya

Jadi dashboard itu bukan sekadar laporan, tapi seperti “peta kondisi” iklan kita.


CTR: Kenapa Orang Mau Klik atau Tidak

CTR (Click Through Rate) adalah angka yang menunjukkan seberapa menarik produk kita saat dilihat di hasil pencarian atau iklan.

Kalau CTR tinggi, artinya orang tertarik untuk klik. Biasanya ini dipengaruhi oleh:

  • foto produk

  • harga

  • judul

  • rating

Kalau CTR rendah, jangan langsung salahkan iklan.

Justru kemungkinan besar:
👉 produk kita kalah menarik dibanding kompetitor

Ini sering terjadi tanpa disadari, karena banyak seller fokus ke iklan, tapi lupa memperbaiki tampilan produk.


Conversion Rate: Klik Tidak Selalu Jadi Pembelian

Setelah orang klik, belum tentu mereka beli.

Di sinilah conversion rate berperan.

Kalau banyak klik tapi sedikit order, berarti ada masalah setelah orang masuk ke halaman produk.

Biasanya penyebabnya:

  • foto kurang meyakinkan

  • deskripsi kurang jelas

  • harga kalah saing

  • tidak ada trust (review, rating)

Ini penting dipahami, karena banyak yang salah arah.

Mereka menaikkan budget iklan, padahal masalahnya bukan di traffic…

👉 tapi di halaman produk


Biaya Iklan: Ini yang Paling Sering “Tidak Terasa”

Biaya iklan itu sifatnya tidak terlihat langsung. Tidak seperti beli barang yang ada bentuknya.

Makanya banyak seller tidak sadar berapa sebenarnya yang sudah keluar.

Di dashboard terlihat angka total, tapi tidak semua langsung dihitung ke level produk.

Padahal yang lebih penting adalah:

👉 biaya iklan per produk

Karena dari situ kita bisa tahu:

  • apakah masih ada margin

  • atau sebenarnya sudah lewat batas

Kalau ini tidak dihitung, kita hanya melihat “iklan jalan”, tanpa tahu apakah masih sehat atau tidak.


Cara Menentukan ROAS yang Aman (Bukan Asal Angka)

Ini bagian paling krusial, dan jujur saja, ini yang paling sering dilewati.

Sebelum menentukan ROAS, kita harus tahu dulu:

  • HPP produk

  • biaya admin Shopee

  • margin yang kita inginkan

  • biaya lain (packing, dll)

Dari sini kita bisa hitung:

👉 maksimal biaya iklan yang masih aman

Baru setelah itu kita turunkan ke angka ROAS.

Kalau ini dibalik (ROAS dulu baru hitung), hasilnya hampir pasti meleset.


GMV Max: Membantu, Tapi Tidak Menggantikan Logika

GMV Max memang dibuat untuk mempermudah.

Sistem akan:

  • mencari keyword

  • mengatur bidding

  • mengoptimalkan traffic

Tapi satu hal yang tidak bisa dilakukan sistem:

👉 memahami margin bisnis kita

Sistem hanya akan mengejar target yang kita berikan.

Kalau targetnya tidak realistis, maka hasilnya juga tidak akan sesuai harapan.

Jadi GMV Max bukan pengganti strategi.

👉 dia hanya alat


Kesalahan yang Paling Sering Terjadi (dan Mahal)

Kalau dirangkum, kesalahan yang sering terjadi bukan karena fitur yang salah.

Tapi karena kebiasaan:

  • langsung pasang iklan tanpa hitungan

  • fokus ke omzet, bukan profit

  • terlalu percaya angka ROAS tanpa analisis

  • tidak membaca metrik secara utuh

Dan yang paling bahaya:

👉 merasa aman karena “iklan jalan”

Padahal di belakang, margin sudah terkikis pelan-pelan.


Penutup: Iklan Itu Bukan Sekadar Jalan, Tapi Harus Sehat

Di akhir, yang perlu dipahami bukan bagaimana cara bikin iklan aktif.

Tapi bagaimana memastikan iklan itu:

👉 tetap menghasilkan keuntungan

Karena di dunia marketplace, salah sedikit bukan berarti gagal…

👉 tapi bisa berarti rugi tanpa sadar

Dan ini yang membuat pemahaman dasar seperti ROAS, margin, dan struktur biaya jadi sangat penting.


Kalau kamu selama ini lihat dashboard iklan, kamu lebih fokus ke omzet atau sudah mulai hitung sampai ke profit bersih?

Komentar

TRENDING UPDATE SHOPEE PALING POPULER

Trik & Rahasia Dapat Voucher Tambahan Gratis Ongkir atau Diskon Shopee Terbaru

Trik & Rahasia Dapat Voucher Tambahan Gratis Ongkir atau Diskon Shopee Terbaru Banyak pengguna Shopee mengira voucher hanya muncul di halaman utama atau saat event besar. Padahal ada beberapa trik sederhana yang sering dipakai pembeli berpengalaman untuk mendapatkan voucher tambahan yang tidak selalu terlihat. Menariknya, sebagian voucher tidak muncul otomatis di halaman produk. Voucher ini baru aktif jika pengguna mengakses jalur promo tertentu terlebih dahulu sebelum checkout. Catatan penting: Jika langsung checkout tanpa melewati halaman promo, kemungkinan besar voucher tambahan tidak akan terpasang. Salah satu cara yang jarang disadari adalah mengecek promo berdasarkan toko yang akan dituju terlebih dahulu. Masukkan Nama Toko Shopee Pilih Jenis Voucher Tambahan Voucher Gratis Ongkir Voucher Diskon Belanja Buka Halaman Voucher Tool ini hanya membuka halaman promo Shopee resmi dan tidak menyimpan data pengguna. Setelah membuka ha...

Banyak Voucher Shopee Tidak Muncul Saat Checkout? Ternyata Harus Lakukan Ini Dulu

Banyak pengguna Shopee sering mengalami hal yang sama. Saat melihat produk, ada tulisan diskon, ada tulisan gratis ongkir, bahkan ada promo besar. Tapi ketika masuk ke halaman checkout, voucher yang diharapkan tidak muncul atau tidak bisa digunakan. Akhirnya pembeli merasa tidak ada voucher atau promo tidak berlaku. Padahal sebenarnya seringkali vouchernya ada, hanya saja belum diklaim terlebih dahulu. Di Shopee, sistem voucher memang sedikit berbeda. Tidak semua voucher otomatis muncul saat checkout. Banyak voucher yang harus diklaim dulu dari halaman voucher, halaman promo, Shopee Live, atau halaman campaign tertentu. Setelah voucher diklaim, barulah voucher tersebut bisa digunakan saat checkout. Inilah yang sering membuat banyak pembeli merasa harga checkout tidak sama dengan harga promo yang mereka lihat di awal. Voucher Shopee Sering Tersembunyi di Banyak Halaman Kalau diperhatikan, voucher Shopee sebenarnya tersebar di banyak halaman, tidak hanya di satu tempat saja. Kadang ada v...

Akun Pembeli Tidak Bisa COD Lagi di Shopee? Padahal Tidak Pernah Tolak Pesanan

Masalah ini cukup sering terjadi dan banyak pembeli bingung kenapa tiba-tiba metode COD di Shopee tidak bisa digunakan lagi. Padahal merasa tidak pernah menolak paket, tidak pernah membatalkan pesanan COD, dan sebelumnya masih bisa menggunakan COD seperti biasa. Biasanya ketika checkout, metode COD tiba-tiba tidak muncul atau tidak bisa dipilih. Di situ banyak pembeli mulai berpikir akun mereka bermasalah atau kena blokir. Sebenarnya tidak selalu seperti itu, karena sistem COD di marketplace cukup kompleks dan tidak hanya tergantung pada pembeli saja. COD Itu Bukan Fitur yang Selalu Aktif Untuk Semua Akun dan Semua Toko Banyak yang mengira COD itu fitur tetap seperti transfer bank atau e-wallet. Padahal COD di Shopee sebenarnya tergantung pada beberapa faktor: Riwayat pesanan COD pembeli Riwayat penolakan paket Lokasi pembeli Kurir yang tersedia di daerah tersebut Toko mengaktifkan COD atau tidak Produk bisa COD atau tidak Nilai pesanan Sistem penilaian risiko dari...