Kenapa Biaya Potongan Fee Shopee Naik Terus? Banyak Seller Baru Sadar Setelah Lihat Rincian Penghasilan
Ada satu momen yang hampir semua seller Shopee pernah alami, tapi biasanya baru terasa setelah jualan cukup lama. Di awal kita fokus ke order masuk, rating, chat, packing, kirim barang, semua terasa sibuk dan berjalan normal. Tapi suatu hari kita buka rincian penghasilan dengan lebih teliti, lalu mulai merasa ada yang aneh. Order cukup banyak, omzet kelihatan lumayan, tapi uang yang masuk ke saldo terasa tidak sebesar yang dibayangkan.
Di situ biasanya mulai muncul pertanyaan dalam kepala: potongan Shopee ini sebenarnya dari mana saja? Kenapa rasanya makin lama makin besar? Apakah memang biayanya naik, atau sebenarnya dari dulu sudah seperti ini tapi kita yang belum benar-benar memperhatikan?
Ternyata Yang Dipotong Bukan Satu Biaya Saja
Kalau ditanya potongan Shopee itu apa saja, kebanyakan orang langsung jawab biaya admin. Padahal sebenarnya potongan di Shopee itu bukan cuma satu biaya, tapi gabungan dari banyak biaya yang berjalan bersamaan. Karena semuanya dipotong di belakang, seller sering merasa potongannya tiba-tiba besar.
Yang sering terjadi adalah seller hanya menghitung harga jual dikurangi modal, lalu menganggap sisanya adalah keuntungan. Padahal di marketplace, sebelum keuntungan dihitung, masih ada banyak biaya lain yang harus lewat dulu. Jadi sebenarnya yang memakan margin itu bukan satu potongan besar, tapi banyak potongan kecil yang digabung menjadi besar.
Kalau diibaratkan sederhana, ini seperti kamu makan di restoran, lalu di struk ada pajak, service charge, biaya layanan, dan biaya lainnya. Masing-masing terlihat kecil, tapi kalau dijumlahkan, total tambahannya jadi lumayan besar.
Biaya Admin Itu Seperti Biaya Sewa Tempat Jualan
Biaya admin sebenarnya bisa dianggap sebagai biaya dasar untuk berjualan di marketplace. Kalau kita jualan di mall atau di pasar modern, kita harus bayar sewa tempat. Di marketplace juga kurang lebih sama, kita menggunakan platform mereka, sistem mereka, traffic mereka, jadi ada biaya yang harus dibayar.
Biaya admin ini sebenarnya bukan masalah utama, karena dari dulu marketplace memang selalu ada biaya admin. Yang membuat seller merasa potongan makin besar adalah karena sekarang bukan cuma biaya admin yang berjalan.
Ada Biaya Layanan yang Sering Tidak Terasa
Selain biaya admin, ada juga biaya layanan yang muncul karena toko atau produk ikut program tertentu atau menggunakan fitur tertentu di marketplace. Kadang seller merasa tidak pernah daftar program apa-apa, tapi ternyata di menu promosi ada beberapa program yang aktif.
Kalau diibaratkan, biaya layanan ini seperti kamu jualan di mall lalu ikut program promosi mall supaya toko kamu dipasang banner atau ditaruh di area strategis. Toko kamu jadi lebih ramai, tapi ada biaya tambahan yang harus dibayar.
Masalahnya bukan di biayanya saja, tapi karena banyak seller ikut program tanpa menghitung apakah setelah dipotong biaya tersebut margin masih aman atau tidak.
Gratis Ongkir Itu Tidak Selalu Gratis untuk Seller
Ini salah satu bagian yang paling sering disalahpahami. Banyak pembeli melihat tulisan gratis ongkir dan mengira ongkir sepenuhnya ditanggung oleh platform. Bahkan ada seller yang juga berpikir seperti itu di awal.
Padahal sebenarnya ongkir itu seperti biaya yang dibagi bersama. Sebagian ditanggung platform, sebagian oleh pembeli, dan sebagian lagi bisa masuk ke potongan seller tergantung program yang diikuti. Jadi walaupun di aplikasi tertulis gratis ongkir, sebenarnya tetap ada bagian biaya yang mempengaruhi keuntungan seller.
Kalau diibaratkan, ini seperti kamu memberikan promo gratis ongkir ke pembeli, tapi sebenarnya ongkirnya kamu ambil sedikit dari margin produk.
Iklan Bisa Jadi Potongan Paling Besar Kalau Tidak Dihitung
Banyak seller mulai pakai iklan karena ingin produk lebih cepat laku. Ini tidak salah, bahkan iklan memang bisa membantu meningkatkan traffic dan penjualan. Tapi yang sering terjadi, seller hanya fokus ke order yang naik, tapi tidak menghitung biaya iklan yang keluar.
Iklan itu sebenarnya seperti kamu bayar orang untuk membawa pengunjung ke toko kamu. Orangnya datang, lihat-lihat, tapi belum tentu beli. Jadi biaya iklan tetap keluar walaupun belum ada penjualan.
Kalau produk sudah terbukti laku, iklan bisa sangat membantu. Tapi kalau produk belum siap, iklan justru bisa menghabiskan margin tanpa terasa.
Biaya Transaksi dan Pembayaran Juga Ikut Dipotong
Setiap transaksi biasanya ada biaya dari sistem pembayaran, seperti biaya transfer, biaya layanan pembayaran, atau biaya metode pembayaran tertentu. Nilainya memang tidak besar per transaksi, tapi karena terjadi di setiap order, lama-lama jumlahnya juga terasa.
Ini seperti kamu menerima pembayaran lewat mesin EDC atau transfer bank, biasanya ada biaya kecil per transaksi.
Program Affiliate Membantu Jualan Tapi Ada Komisi
Kalau produk kamu masuk program affiliate, orang lain bisa mempromosikan produk kamu dan mendapatkan komisi dari setiap penjualan. Ini bagus untuk menambah penjualan tanpa harus promosi sendiri, tapi ada komisi yang harus dibayar dari setiap order yang datang dari affiliate.
Kalau diibaratkan, ini seperti kamu punya sales yang membantu menjualkan produk kamu. Mereka membantu jualan, tapi tentu ada komisi yang harus dibayar.
Retur dan Barang Rusak Sering Tidak Dihitung sebagai Biaya
Ini yang sering tidak masuk perhitungan seller. Kalau ada barang retur, kamu sudah keluar biaya packing, waktu kerja, mungkin biaya iklan juga, tapi barang kembali dan kadang tidak bisa dijual lagi. Ini sebenarnya juga kerugian yang mempengaruhi keuntungan, walaupun tidak tertulis sebagai potongan di laporan Shopee.
Makanya kadang seller merasa potongan Shopee besar, padahal sebagian kerugian datang dari retur dan biaya operasional.
Pajak Juga Ikut Mengurangi Hasil Akhir
Untuk seller tertentu, ada pajak yang dipotong dari transaksi. Nilainya mungkin tidak terlalu besar per order, tapi tetap harus dihitung sebagai bagian dari biaya keseluruhan. Karena pada akhirnya yang penting bukan omzet, tapi uang bersih yang benar-benar masuk.
Kalau Semua Digabung, Baru Terlihat Kenapa Margin Bisa Habis
Coba bayangkan kamu jual barang Rp100.000. Dari harga itu ada biaya admin, biaya layanan, gratis ongkir, komisi affiliate, biaya iklan, biaya transaksi, dan mungkin pajak. Kalau semuanya digabung, total potongan bisa belasan persen bahkan bisa lebih dari 20%.
Di sinilah banyak seller baru sadar bahwa jualan di marketplace tidak bisa menghitung keuntungan seperti jualan biasa. Harga jual harus sudah memperhitungkan semua biaya tersebut dari awal.
Kalau tidak, yang terjadi adalah order banyak tapi keuntungan tipis, bahkan ada yang tidak sadar sebenarnya sudah hampir tidak ada margin.
Yang Harus Mulai Diubah Bukan Sistemnya, Tapi Cara Menghitung Harga
Banyak seller merasa potongan Shopee besar karena merasa keuntungan diambil oleh platform. Padahal sebenarnya yang sering terjadi adalah seller menentukan harga tanpa menghitung semua biaya marketplace.
Seharusnya perhitungan harga di marketplace bukan:
modal + untung = harga jual
Tapi:
modal + biaya marketplace + biaya operasional + untung = harga jual
Kalau cara menghitungnya salah dari awal, maka semakin banyak order justru bisa semakin tipis keuntungan.
Marketplace Itu Seperti Jualan di Mall, Ramai Tapi Ada Biaya
Kalau diibaratkan sederhana, jualan di marketplace itu seperti jualan di mall besar. Pengunjung banyak, potensi pembeli besar, tapi ada biaya sewa, biaya promosi, biaya listrik, biaya kebersihan, dan biaya lainnya. Tidak ada mall yang gratis, tapi orang tetap jualan di mall karena ramai.
Marketplace juga seperti itu. Bukan tempat jualan gratis, tapi tempat jualan ramai. Jadi kuncinya bukan menghindari biaya, tapi memahami biaya dan mengatur strategi supaya tetap untung walaupun ada banyak potongan.
Karena pada akhirnya, seller yang bisa bertahan bukan yang paling murah, tapi yang paling paham cara menghitung biaya dan menjaga margin.
Komentar
Posting Komentar