Penjual Kecil Mulai Bingung dengan Rincian Ongkir dan Potongan Sistem.
Beberapa waktu terakhir saya membaca keluhan dari pengguna Shopee yang cukup menarik untuk dibahas. Bukan dari pembeli, tetapi justru dari penjual kecil yang mencoba berjualan di marketplace.
Keluhan ini sebenarnya cukup sederhana, tetapi membuat banyak penjual merasa bingung bahkan merasa sistemnya tidak adil.
Salah satu contoh yang cukup ramai dibahas adalah perbedaan penghasilan antara dua pesanan yang terlihat hampir sama.
Ada penjual yang membagikan pengalaman seperti ini.
Ia menjual produk seharga Rp65.000. Ketika melihat rincian penghasilan di aplikasi Shopee, ternyata hasil yang diterima sangat berbeda antara satu pesanan dengan pesanan lainnya.
Pada satu pesanan, penjual hanya menerima sekitar Rp19.202.
Namun pada pesanan lain dengan harga produk yang sama, penghasilan yang diterima bisa mencapai sekitar Rp55.462.
Perbedaan ini tentu membuat banyak penjual kecil bertanya-tanya.
Kenapa bisa terjadi selisih yang sangat jauh seperti itu?
Apakah ada kesalahan sistem?
Atau sebenarnya ada bagian perhitungan yang sering tidak disadari oleh penjual?
Mari kita coba memahami ini dengan cara yang lebih sederhana.
Mengapa Rincian Penghasilan Shopee Bisa Berbeda?
Jika kita melihat sekilas, penjualan di marketplace memang terlihat sederhana.
Pembeli membeli barang → penjual mengirim → uang masuk.
Namun di balik proses itu, sebenarnya ada banyak komponen perhitungan yang bekerja di belakang sistem Shopee.
Komponen ini sering tidak diperhatikan oleh penjual baru.
Beberapa komponen yang biasanya mempengaruhi penghasilan adalah:
-
ongkir yang ditanggung pembeli
-
subsidi ongkir dari Shopee
-
potongan biaya administrasi
-
biaya layanan
-
biaya proses pesanan
-
potongan promo
Jika diibaratkan sederhana, sistem marketplace itu seperti pembagian biaya perjalanan dalam satu mobil.
Bayangkan ada mobil yang membawa paket dari kota A ke kota B.
Biaya perjalanan mungkin Rp80.000.
Namun biaya ini tidak selalu dibayar oleh satu pihak saja.
Kadang:
-
pembeli membayar sebagian
-
Shopee memberikan subsidi
-
penjual ikut menanggung sebagian
Karena pembagian ini berbeda-beda di setiap pesanan, maka hasil akhirnya juga bisa berbeda.
Peran Subsidi Ongkir Shopee
Hal yang sering membuat angka terlihat aneh adalah subsidi ongkir dari Shopee.
Dalam screenshot yang Anda kirim terlihat dua kondisi berbeda.
Pada salah satu pesanan:
-
Ongkir dibayar pembeli: Rp50.000
-
Estimasi ongkir ke jasa kirim: Rp86.260
Artinya ada selisih ongkir yang cukup besar.
Selisih ini bisa membuat penghasilan penjual terlihat jauh lebih kecil.
Namun pada pesanan lainnya terlihat:
-
Ongkir dibayar pembeli: Rp68.000
-
Ongkir ke jasa kirim: Rp83.000
-
Shopee memberi potongan ongkir: Rp15.000
Dalam kondisi ini, sebagian biaya ditanggung oleh Shopee sehingga hasil akhir yang diterima penjual menjadi jauh lebih besar.
Ini sebabnya dua pesanan yang terlihat sama bisa menghasilkan pendapatan yang berbeda.
Biaya Admin dan Biaya Layanan yang Sering Tidak Disadari
Selain ongkir, ada juga biaya lain yang sering membuat penjual kaget ketika melihat rincian penghasilan.
Misalnya:
-
biaya administrasi
-
biaya layanan
-
biaya proses pesanan
Dalam contoh screenshot tadi terlihat:
Biaya lainnya sekitar Rp9.538.
Biaya ini sebenarnya merupakan kombinasi dari beberapa potongan sistem.
Jika dianalogikan, ini seperti biaya layanan di restoran.
Misalnya kita makan di restoran dengan harga makanan Rp65.000.
Namun ketika membayar, ternyata ada tambahan:
-
service charge
-
pajak
-
biaya layanan
Akhirnya total yang dibayar berbeda dari harga menu awal.
Marketplace juga bekerja dengan prinsip yang mirip.
Harga produk yang kita lihat bukanlah angka final yang akan diterima penjual.
Kenapa Penjual Kecil Sering Merasa Dirugikan?
Masalah sebenarnya bukan hanya pada sistem potongan.
Masalah utamanya adalah kurangnya pemahaman tentang rincian perhitungan marketplace.
Banyak penjual kecil berpikir seperti ini:
Harga barang = Rp65.000
Berarti uang yang diterima sekitar itu juga.
Padahal dalam praktiknya, ada banyak faktor yang mengurangi angka tersebut.
Karena tidak memahami mekanismenya, akhirnya muncul perasaan seperti:
-
hasil penjualan terlalu kecil
-
ongkir terasa tidak masuk akal
-
sistem terlihat membingungkan
Padahal sering kali itu adalah kombinasi dari:
-
subsidi ongkir
-
pembagian biaya pengiriman
-
biaya layanan platform
Harapan Penjual Terhadap Sistem Marketplace
Banyak penjual sebenarnya tidak keberatan dengan adanya potongan biaya.
Karena mereka juga memahami bahwa marketplace menyediakan:
-
traffic pembeli
-
sistem pembayaran
-
sistem pengiriman
-
perlindungan transaksi
Namun yang sering dikeluhkan adalah rincian yang sulit dipahami.
Banyak penjual berharap sistem marketplace bisa memberikan:
-
penjelasan yang lebih sederhana
-
rincian yang lebih mudah dimengerti
-
simulasi penghasilan sebelum transaksi
Dengan begitu penjual kecil bisa mengetahui sejak awal berapa estimasi keuntungan yang akan mereka terima.
Karena jika tidak memahami sistemnya, penjual bisa merasa seperti menjual barang tanpa benar-benar tahu hasil akhirnya.
Kasus seperti ini sebenarnya cukup sering terjadi di marketplace, terutama bagi penjual yang baru mulai berjualan.
Perbedaan penghasilan bukan selalu karena kesalahan sistem, tetapi sering terjadi karena perbedaan subsidi ongkir dan potongan biaya layanan yang berlaku pada setiap pesanan.
Jika dilihat secara sekilas memang terlihat membingungkan, tetapi setelah memahami komponen perhitungannya, biasanya angka tersebut mulai masuk akal.
Namun tetap saja, transparansi dan penjelasan yang lebih sederhana dari platform tentu akan sangat membantu penjual kecil agar tidak merasa kebingungan.
Komentar
Posting Komentar