Banyak seller kaget potongan Shopee besar. Ternyata bukan satu biaya, tapi gabungan program promo dan biaya layanan marketplace.
Ada satu momen yang hampir semua seller Shopee pernah alami, tapi jarang diceritakan di awal. Momen itu bukan saat order pertama masuk, bukan saat produk mulai laku, tapi justru saat pertama kali benar-benar memperhatikan rincian penghasilan setelah beberapa pesanan selesai.
Di awal semuanya terasa baik-baik saja. Order masuk, notifikasi berbunyi, bahkan mungkin kita merasa toko mulai berkembang. Tapi begitu buka rincian penghasilan, baru mulai terasa ada sesuatu yang aneh. Angka yang masuk tidak sama dengan yang dibayangkan. Dari situ biasanya mulai muncul pertanyaan dalam kepala, sebenarnya potongan Shopee ini dari mana saja?
Dan jujur saja, hampir semua seller pernah kaget di bagian ini.
Masalahnya Bukan Satu Potongan, Tapi Banyak Potongan Sekaligus
Banyak orang mengira potongan Shopee itu cuma biaya admin saja. Ada juga yang berpikir paling hanya biaya layanan standar, tidak lebih dari itu. Tapi setelah ditelusuri lebih dalam, ternyata potongan itu bukan berasal dari satu sumber saja, melainkan gabungan dari banyak program yang berjalan bersamaan.
Yang sering terjadi, seller merasa tidak pernah mendaftar program apa-apa, tapi ternyata di dalam sistem toko sudah ikut beberapa program promosi. Karena program ini bekerja bersamaan, semua biaya akhirnya digabung menjadi satu potongan di akhir. Akibatnya, ketika melihat rincian penghasilan, potongannya terlihat sangat besar.
Ini yang membuat banyak seller merasa seolah-olah potongan muncul tiba-tiba, padahal sebenarnya sudah berjalan dari awal, hanya saja tidak terasa.
Kalau Diibaratkan, Ini Seperti Ikut Banyak Promo Sekaligus Tanpa Sadar
Supaya lebih mudah dibayangkan, anggap saja kamu membuka toko di sebuah mall besar. Lalu pihak mall menawarkan berbagai program supaya toko kamu ramai. Misalnya ikut diskon, ikut cashback, ikut voucher, ikut gratis ongkir, dan ikut event kampanye besar.
Satu program terlihat kecil. Dua program masih terasa ringan. Tapi kalau semua program itu berjalan bersamaan, total biaya yang harus kamu tanggung di belakang pasti akan terasa besar. Dan ini sangat mirip dengan sistem di marketplace.
Masalahnya, banyak seller hanya melihat sisi ramainya saja, tapi tidak menghitung efek semua program jika digabungkan.
Garansi Harga Terbaik: Harga Bisa Ikut Turun Tanpa Terasa
Salah satu program yang sering tidak disadari adalah Garansi Harga Terbaik. Tujuannya sebenarnya bagus, yaitu supaya produk kamu tetap kompetitif dibanding toko lain. Tapi cara kerjanya kadang tidak terasa langsung oleh seller.
Misalnya kamu menjual produk dengan harga tertentu, tapi sistem ingin produk kamu tetap menarik di mata pembeli. Dalam kondisi tertentu, harga bisa disesuaikan agar tetap kompetitif. Kalau diibaratkan, ini seperti kamu jualan di pasar, lalu ada sistem yang bilang harga kamu harus sedikit lebih murah supaya pembeli lebih tertarik.
Masalahnya bukan di programnya, tapi karena banyak seller tidak menghitung ulang margin setelah ikut program ini.
Promo XTRA: Produk Ramai, Tapi Biaya Ikut Naik
Program lain yang sangat sering membuat potongan bertambah adalah Promo XTRA. Program ini biasanya membuat produk lebih sering muncul, lebih banyak dilihat, dan peluang order meningkat. Banyak seller yang merasakan order naik setelah ikut program ini.
Tapi di balik peningkatan traffic tersebut, ada biaya tambahan yang ikut berjalan. Kalau diibaratkan sederhana, ini seperti kamu pindah dari toko di dalam gang ke toko di pinggir jalan besar. Pengunjung lebih banyak, tapi biaya sewanya juga lebih mahal.
Di sinilah sering terjadi kesalahan perhitungan. Seller melihat order naik, tapi tidak menghitung apakah keuntungan per produk masih aman setelah semua potongan berjalan.
Gratis Ongkir XTRA: Tidak Sepenuhnya Gratis
Program gratis ongkir adalah salah satu yang paling sering disalahpahami, baik oleh pembeli maupun oleh seller. Banyak orang mengira ongkir sepenuhnya ditanggung oleh platform, padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.
Kalau dijelaskan dengan analogi sederhana, ongkir itu seperti biaya yang dibagi bersama. Sebagian ditanggung platform, sebagian oleh pembeli, dan sebagian lagi bisa masuk ke potongan seller tergantung program yang diikuti.
Karena pembeli melihat tulisan “gratis ongkir”, mereka tidak sadar ada bagian ongkir yang sebenarnya ikut mempengaruhi margin penjual. Dan seller baru menyadari hal ini setelah melihat rincian penghasilan.
Kenapa Banyak Seller Merasa Potongan Tiba-Tiba Besar?
Ini sebenarnya karena efek gabungan dari banyak hal yang berjalan bersamaan. Bukan karena satu biaya besar, tapi karena banyak biaya kecil yang digabung menjadi satu. Ketika semua potongan digabung, jumlahnya terlihat besar dan terasa mengejutkan.
Banyak seller juga tidak sadar bahwa toko mereka sudah ikut campaign atau program tertentu. Kadang karena performa toko bagus, kadang karena pernah klik setuju saat ada notifikasi program, atau kadang karena otomatis masuk ke event tertentu.
Dari sisi sistem marketplace, ini sebenarnya masuk akal karena mereka ingin produk yang performanya bagus bisa lebih berkembang. Tapi dari sisi seller, rasanya seperti tiba-tiba ikut program tanpa benar-benar merasa mendaftar.
Di Sini Letak Dilemanya Jadi Seller Marketplace
Kalau ikut banyak promo, biasanya yang terjadi adalah toko jadi ramai, produk lebih sering dilihat, dan order bisa meningkat. Tapi konsekuensinya adalah potongan juga bertambah dan margin jadi lebih tipis.
Kalau tidak ikut promo, potongan memang lebih kecil dan keuntungan per produk lebih aman. Tapi biasanya traffic turun, produk lebih sepi, dan sulit bersaing dengan toko lain yang ikut promo.
Di titik ini banyak seller merasa berada di posisi yang serba salah. Mau ikut promo, potongan besar. Tidak ikut promo, penjualan turun.
Dan ini memang realita jualan di marketplace.
Dari Pengamatan Saya, Yang Harus Dipahami Bukan Sekadar Potongannya
Kalau diperhatikan lebih dalam, masalah utamanya bukan di besar kecilnya potongan saja, tapi di pemahaman sistem marketplace itu sendiri. Marketplace bukan sekadar tempat jualan, tapi ekosistem promosi, kompetisi harga, dan strategi traffic.
Seller yang tidak memahami sistem biasanya hanya mengikuti semua program yang ada tanpa menghitung margin. Sedangkan seller yang sudah memahami sistem biasanya memilih program yang benar-benar cocok dengan produk mereka.
Di sinilah perbedaan antara seller yang hanya ramai order dan seller yang tetap bisa menjaga keuntungan.
Hal Sederhana yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Seller
Salah satu hal paling penting adalah mulai membiasakan diri mengecek menu Daftar Promosi. Jangan pernah menganggap toko kita tidak ikut program apa-apa, karena sering kali tanpa sadar sudah ikut beberapa program sekaligus.
Selain itu, mulai hitung harga jual dengan realistis. Jangan hanya menghitung modal dan keuntungan yang diinginkan, tapi juga harus memperhitungkan kemungkinan potongan marketplace.
Dan yang tidak kalah penting, jangan ikut semua program sekaligus. Tidak semua promo cocok untuk semua produk. Kadang lebih baik ikut satu program yang tepat daripada ikut semua program tapi margin habis.
Untuk memahami kenapa potongan Shopee bisa terlihat besar, sebelumnya UpdateShopee sudah menjelaskan secara lengkap mengenai semua komponen biaya seperti biaya admin, biaya layanan, gratis ongkir, dan biaya promo yang mempengaruhi penghasilan seller.
Baca 👉 Potongan Shopee Besar Sampai 20%? Ini Penyebab Sebenarnya
Penutup: Sistem Marketplace Itu Kuat, Tapi Harus Dipahami
Kalau dilihat dari sudut pandang yang lebih luas, sistem Shopee sebenarnya sangat kuat untuk membantu produk berkembang dan membantu seller mendapatkan traffic. Banyak toko bisa berkembang cepat karena sistem promosi dan campaign yang ada.
Tapi semua itu hanya menguntungkan kalau seller memahami cara kerjanya. Kalau tidak, yang terjadi adalah toko terlihat ramai, order banyak, tapi keuntungan tidak terasa.
Dan ini yang sering membuat banyak seller merasa potongan Shopee sangat besar, padahal sebenarnya yang terjadi adalah gabungan dari banyak program yang berjalan bersamaan.
Sekarang saya penasaran, apakah kamu pernah mengalami hal yang sama? Merasa potongan Shopee besar padahal tidak merasa ikut banyak program? Atau justru kamu tetap ikut banyak promo walaupun tahu potongannya besar karena mengejar traffic?
Cerita seperti ini justru menarik untuk didiskusikan, karena hampir semua seller marketplace pasti pernah berada di posisi yang sama.
Komentar
Posting Komentar