Ketika Seller Membuka Rincian Penghasilan dan Terkejut dengan Angkanya
Beberapa waktu terakhir saya melihat banyak diskusi di komunitas penjual marketplace mengenai satu hal yang sama: potongan biaya yang terasa sangat besar ketika transaksi selesai.
Dalam salah satu contoh transaksi, nilai pesanan tercatat sekitar Rp1.800.000.
Namun setelah semua biaya dipotong oleh sistem marketplace, penghasilan yang diterima seller menjadi sekitar Rp1.036.704.
Jika dihitung secara sederhana, selisihnya cukup besar.
Potongan tersebut berasal dari beberapa komponen seperti:
-
biaya layanan
-
biaya komisi program tertentu
-
biaya proses pesanan
Bagi penjual yang baru melihat rincian ini, angka tersebut sering terasa mengejutkan.
Karena sebelumnya mereka hanya fokus pada harga jual produk, bukan pada struktur biaya platform.
Mengapa Potongan Bisa Terlihat Sangat Besar
Dalam sistem marketplace seperti Shopee, biaya yang dipotong biasanya berasal dari beberapa jenis layanan yang digabung dalam satu transaksi.
Misalnya:
biaya layanan platform
biaya komisi program tertentu
biaya proses pesanan
Kadang juga ada potongan tambahan jika toko mengikuti program tertentu seperti:
promo marketplace
program gratis ongkir
program komisi tambahan
Karena beberapa biaya ini muncul dalam satu transaksi, angka total potongan bisa terlihat cukup besar.
Marketplace Itu Seperti Mall Besar
Jika dianalogikan sederhana, marketplace sebenarnya bekerja seperti sebuah mall besar.
Mall menyediakan:
-
tempat jualan
-
promosi pengunjung
-
sistem pembayaran
-
keamanan transaksi
Sebagai gantinya, tenant atau pemilik toko biasanya harus membayar berbagai biaya operasional kepada pengelola mall.
Marketplace digital bekerja dengan konsep yang mirip, hanya saja semua biaya tersebut dihitung secara otomatis melalui sistem.
Tantangan Seller Adalah Menghitung Harga Produk yang Tepat
Bagi banyak penjual, tantangan sebenarnya bukan hanya soal potongan biaya.
Tetapi bagaimana cara menentukan harga produk yang masih masuk akal bagi pembeli, tetapi tetap memberikan keuntungan bagi toko.
Karena selain potongan marketplace, penjual juga masih memiliki berbagai biaya lain seperti:
biaya bahan produksi
biaya kemasan
biaya tenaga kerja
biaya operasional toko
Jika semua biaya ini tidak dihitung sejak awal, seller bisa merasa bahwa potongan marketplace terlalu besar.
Padahal sebagian masalah sebenarnya berasal dari margin produk yang terlalu kecil.
Beberapa Cara Seller Menyiasati Potongan Marketplace
Beberapa penjual biasanya mencoba beberapa strategi agar bisnis mereka tetap berjalan dengan sehat.
Misalnya:
menghitung ulang margin produk sebelum menentukan harga jual
menghindari program promo yang potongannya terlalu besar jika margin kecil
mencatat rata-rata potongan dari beberapa transaksi agar bisa memperkirakan biaya platform
Sebagian seller juga mulai membangun penjualan di luar marketplace, seperti melalui media sosial atau toko online sendiri, agar tidak sepenuhnya bergantung pada satu platform.
Marketplace dan Seller Perlu Saling Memahami
Marketplace memberikan akses kepada penjual untuk bertemu dengan jutaan pembeli.
Namun di sisi lain, seller juga perlu memahami bagaimana sistem biaya platform bekerja.
Jika kedua pihak bisa saling memahami peran masing-masing, ekosistem marketplace bisa berjalan lebih sehat.
Diskusi untuk Para Seller
Sekarang saya ingin membuka diskusi di artikel ini.
Bagi kamu yang berjualan di Shopee:
Apakah kamu pernah melihat potongan yang cukup besar saat membuka rincian penghasilan?
Berapa kira-kira persentase potongan yang paling sering kamu alami?
Apakah menurut kamu sistem potongan marketplace saat ini masih wajar atau sudah terlalu berat bagi seller?
Ceritakan pengalaman kamu di kolom komentar agar seller lain juga bisa belajar dari pengalaman tersebut.
Komentar
Posting Komentar