Banyak seller Shopee sebenarnya sudah sering melihat dua jenis potongan ini di rincian penghasilan, yaitu biaya admin dan biaya layanan. Tapi kalau ditanya apa bedanya, tidak semua bisa menjelaskan dengan jelas. Bahkan ada yang mengira itu potongan yang sama, hanya beda nama saja. Padahal sebenarnya dua biaya ini berbeda fungsi, dan memahami perbedaannya cukup penting supaya seller bisa menghitung margin dengan benar.
Masalahnya, di dashboard Shopee hanya tertulis nama biaya tanpa penjelasan panjang. Akibatnya banyak seller hanya melihat total potongan tanpa benar-benar memahami potongan itu berasal dari mana saja. Lama-lama muncul anggapan bahwa potongan Shopee besar, padahal sebagian besar karena seller belum memahami struktur biaya di marketplace.
Biaya Admin Itu Seperti Biaya Sewa Tempat Jualan
Kalau dijelaskan paling sederhana, biaya admin itu bisa dianggap sebagai biaya dasar untuk berjualan di Shopee. Kita menggunakan platform Shopee, menggunakan aplikasi mereka, sistem mereka, traffic mereka, dan pembeli yang datang dari platform mereka. Karena itu ada biaya dasar yang harus dibayar setiap kali terjadi transaksi.
Kalau diibaratkan dengan dunia offline, biaya admin ini seperti kamu menyewa tempat di mall atau di pasar modern. Kamu bisa berjualan di tempat yang ramai, tapi tentu ada biaya sewa tempat. Tanpa membayar sewa, kamu tidak bisa membuka toko di sana. Marketplace juga seperti itu, biaya admin adalah biaya dasar untuk bisa berjualan di dalam platform.
Biaya admin biasanya dihitung dari persentase harga barang yang terjual. Jadi setiap ada transaksi, biaya admin akan selalu ada, walaupun kamu tidak ikut promo, tidak ikut iklan, dan tidak ikut program apa pun.
Biaya Layanan Itu Biaya Fitur dan Program Tambahan
Berbeda dengan biaya admin, biaya layanan biasanya berkaitan dengan fitur, program, atau sistem tambahan yang digunakan di dalam Shopee. Misalnya program gratis ongkir, promo cashback, affiliate, sistem pembayaran tertentu, kampanye, dan berbagai fitur promosi lainnya.
Kalau diibaratkan lagi dengan toko di mall, biaya layanan itu seperti biaya listrik, biaya kebersihan, biaya keamanan, biaya promosi mall, dan fasilitas lainnya. Kamu tetap bisa jualan tanpa ikut semua promosi, tapi kalau kamu ingin toko kamu ikut promo mall, ikut event, atau ikut program diskon, biasanya ada biaya tambahan.
Jadi perbedaan paling sederhana:
- Biaya admin = biaya dasar berjualan di Shopee
- Biaya layanan = biaya karena menggunakan fitur, program, dan sistem tambahan Shopee
Kenapa Banyak Seller Mengira Ini Potongan yang Sama
Karena di rincian penghasilan, biaya admin dan biaya layanan sama-sama muncul sebagai potongan, dan keduanya langsung mengurangi penghasilan seller. Banyak seller tidak membuka detail transaksi, jadi hanya melihat total potongan tanpa melihat jenis potongannya.
Selain itu, potongan ini terjadi di belakang setelah transaksi selesai. Jadi seller melihat harga jual normal, pembeli bayar normal, tapi setelah dana masuk, jumlahnya sudah berkurang karena dipotong berbagai biaya termasuk admin dan layanan.
Inilah yang sering membuat seller merasa potongan Shopee besar, padahal sebenarnya potongan itu terdiri dari beberapa jenis biaya yang berbeda fungsi.
Kenapa Penting Memahami Perbedaan Ini
Memahami perbedaan biaya admin dan biaya layanan penting karena ini berhubungan langsung dengan cara menentukan harga jual. Banyak seller menentukan harga hanya dari modal dan keuntungan yang diinginkan, tanpa menghitung biaya marketplace. Akibatnya setelah dipotong biaya admin dan biaya layanan, keuntungan menjadi sangat kecil bahkan kadang tidak ada.
Kalau seller sudah memahami bahwa setiap transaksi pasti ada biaya admin dan kemungkinan ada biaya layanan, maka harga jual harus dihitung dari awal dengan memperhitungkan semua biaya tersebut. Jadi potongan tidak terasa sebagai kerugian, tapi memang sudah bagian dari biaya berjualan di marketplace.
Marketplace Itu Ramai Karena Ada Sistem, Dan Sistem Itu Ada Biayanya
Banyak orang membandingkan jualan di marketplace dengan jualan langsung tanpa biaya. Padahal sebenarnya marketplace itu seperti pusat perbelanjaan besar yang sudah ramai pengunjung. Kita tidak perlu mencari pembeli sendiri, tidak perlu membuat website sendiri, tidak perlu membuat sistem pembayaran sendiri, dan tidak perlu membuat sistem pengiriman sendiri. Semua sudah disediakan oleh platform.
Karena semua sistem itu disediakan, maka ada biaya yang harus dibayar, yaitu biaya admin dan biaya layanan. Jadi sebenarnya yang kita bayar bukan hanya untuk berjualan, tapi untuk menggunakan seluruh ekosistem marketplace.
Kalau dipahami seperti ini, potongan marketplace sebenarnya lebih mudah diterima, karena kita membayar untuk berada di tempat yang ramai dan memiliki sistem yang lengkap.
Yang Paling Penting Bukan Menghindari Biaya, Tapi Mengatur Margin
Banyak seller fokus mencari cara menghindari potongan, padahal yang lebih penting sebenarnya adalah mengatur margin sejak awal. Seller yang bertahan lama di marketplace biasanya sudah menganggap biaya admin dan biaya layanan sebagai bagian dari modal jualan, bukan sebagai potongan tak terduga.
Mereka menentukan harga dengan menghitung:
modal barang + biaya marketplace + biaya operasional + keuntungan.
Dengan cara ini, walaupun ada biaya admin dan biaya layanan, mereka tetap mendapatkan keuntungan karena sudah dihitung dari awal. Sedangkan seller yang tidak menghitung biaya marketplace biasanya baru merasa rugi setelah melihat rincian penghasilan.
Pada akhirnya, jualan di marketplace bukan soal siapa yang paling murah atau paling banyak order, tapi siapa yang paling paham struktur biaya dan bisa mengatur margin dengan benar.
Komentar
Posting Komentar