Pertanyaan ini sebenarnya cukup sensitif, tapi sering sekali muncul di kalangan seller. Banyak yang merasa biaya semakin besar, persaingan semakin berat, margin semakin kecil, dan akhirnya muncul kalimat yang sering kita dengar: “Jualan di Shopee sekarang susah, banyak seller yang rugi.”
Lalu muncul pertanyaan yang lebih besar lagi: sebenarnya yang salah sistem Shopee, atau cara kita berjualan di dalam sistem marketplace?
Jawabannya tidak sesederhana menyalahkan satu pihak saja, karena marketplace itu sebenarnya seperti ekosistem. Ada pembeli, ada seller, ada platform, ada kurir, ada iklan, ada promo, semuanya saling berhubungan.
Banyak Seller Masuk Marketplace Dengan Pola Pikir Jualan Biasa
Salah satu penyebab banyak seller rugi sebenarnya bukan karena Shopee semata, tapi karena banyak orang masuk marketplace dengan pola pikir seperti jualan biasa. Beli barang, kasih margin, jual, selesai. Padahal marketplace bukan hanya tempat jual barang, tapi tempat bersaing sistem.
Di marketplace ada:
- Algoritma
- Ranking produk
- Iklan
- Gratis ongkir
- Campaign
- Voucher
- Affiliate
- Live
- Retur
- Perang harga
- Traffic dan conversion
Jadi sebenarnya yang kita hadapi bukan hanya pembeli, tapi sistem marketplace itu sendiri. Kalau masuk marketplace tapi masih pakai pola hitung sederhana seperti jualan offline, biasanya margin akan tergerus pelan-pelan tanpa disadari.
Marketplace Membuat Harga Semakin Transparan dan Persaingan Semakin Keras
Dulu kalau jualan offline, pembeli tidak tahu harga toko sebelah. Sekarang di marketplace, pembeli bisa membuka puluhan toko dalam beberapa detik dan langsung membandingkan harga. Akibatnya persaingan harga menjadi sangat terbuka dan sangat keras.
Di kondisi seperti ini, yang biasanya terjadi adalah perang harga. Seller saling menurunkan harga supaya produk mereka yang dipilih pembeli. Tapi ketika harga turun terus, margin juga ikut turun. Ditambah lagi ada biaya admin, biaya layanan, gratis ongkir, dan biaya iklan.
Akhirnya banyak seller merasa sudah jual banyak tapi keuntungan kecil, atau bahkan tidak sadar sebenarnya sudah rugi.
Marketplace Sebenarnya Bukan Membuat Seller Rugi, Tapi Mengubah Cara Bisnis
Ini yang jarang disadari. Marketplace sebenarnya tidak secara langsung membuat seller rugi, tapi marketplace mengubah cara bisnis menjadi:
- Margin kecil
- Volume besar
- Kompetisi tinggi
- Biaya promosi tinggi
- Perang harga
- Branding dan traffic menjadi penting
- Repeat order menjadi penting
- Data dan strategi menjadi penting
Jadi kalau masih ingin margin besar seperti jualan offline tapi jualannya di marketplace, biasanya akan sulit. Marketplace lebih cocok untuk sistem margin kecil tapi volume besar, atau produk unik yang tidak banyak kompetitor.
Kalau jual produk umum yang semua toko jual, biasanya yang terjadi adalah perang harga.
Banyak Seller Tidak Rugi Karena Produk Tidak Laku, Tapi Karena Tidak Menghitung Semua Biaya
Ini mungkin salah satu penyebab terbesar. Banyak seller menghitung keuntungan hanya dari selisih harga jual dan harga modal. Padahal di marketplace ada banyak biaya:
- Biaya admin
- Biaya layanan
- Biaya gratis ongkir
- Biaya iklan
- Biaya affiliate
- Biaya campaign
- Retur
- Barang rusak
- Packing
- Operasional
- Gaji karyawan
- Sewa gudang
Kalau semua dihitung, baru terlihat margin bersih sebenarnya. Banyak toko omzet besar tapi margin bersih sangat kecil, bahkan ada yang sebenarnya rugi tapi tidak sadar karena uang terus berputar.
Di marketplace, omzet besar tidak selalu berarti bisnis sehat.
Marketplace Itu Menguntungkan yang Paham Sistem, Bukan yang Paling Murah
Semakin lama biasanya seller akan sadar bahwa di marketplace yang bertahan bukan selalu yang paling murah, tapi yang paling paham sistem. Yang paham:
- Cara main harga
- Cara main iklan
- Cara main traffic
- Cara main conversion
- Cara bundling
- Cara membuat produk pembeda
- Cara membuat repeat order
- Cara mengatur margin
- Cara memilih produk
- Cara mengatur cashflow
Marketplace itu bukan hanya tempat jual barang, tapi tempat menjalankan sistem bisnis di dalam platform orang lain.
Dan ketika kita berbisnis di platform orang lain, kita harus mengikuti sistem mereka.
Jadi Apakah Sistem Shopee Salah?
Mungkin pertanyaannya bukan sistem Shopee salah atau tidak, tapi lebih ke apakah kita sudah memahami sistem marketplace sebelum masuk dan bersaing di dalamnya.
Karena marketplace dibuat untuk:
- Menarik pembeli sebanyak mungkin
- Membuat transaksi sebanyak mungkin
- Membuat seller bersaing
- Menghasilkan uang dari fee, iklan, dan layanan
- Menjaga platform tetap hidup
Marketplace bukan dibuat untuk memastikan semua seller untung besar. Marketplace dibuat untuk memastikan platformnya terus berjalan dan transaksi terus terjadi.
Di situ biasanya banyak seller mulai mengerti bahwa di marketplace, yang penting bukan hanya bisa jualan, tapi bisa bertahan.
Kalau dipikir-pikir, hampir semua seller yang sudah lama jualan pasti pernah ada di fase merasa sistem marketplace semakin berat, biaya semakin banyak, dan persaingan semakin keras. Tapi di sisi lain, marketplace juga masih menjadi tempat dengan pembeli paling banyak saat ini. Jadi banyak seller juga seperti tidak punya pilihan selain tetap beradaptasi dengan sistem yang ada. Saya juga penasaran, yang sudah lama jualan di Shopee, menurut kalian sistem marketplace sekarang semakin membantu seller atau justru semakin berat untuk seller kecil dan menengah?
Komentar
Posting Komentar