PENJUAL SHOPEE BANYAK YANG TERIAK! Shopee Bisa Bunuh UMKM Kalau Sistem Begini Terus? Pengalaman Seller yang Merasa Sistem Terlalu Berat ke Toko
Banyak Penjual Mulai Merasa Sistem Shopee Terlalu Berat ke Seller
Belakangan ini saya membaca banyak keluhan dari para penjual di Shopee, dan jujur saja sebagai seseorang yang juga berjualan di marketplace, keluhan ini terasa sangat relatable.
Banyak orang melihat Shopee hanya dari sisi pembeli. Memang benar, dari sisi pembeli aplikasi ini sangat nyaman. Belanja mudah, banyak promo, pengiriman cepat, dan jika ada masalah barang bisa langsung mengajukan retur.
Namun dari sisi penjual, ceritanya sering kali berbeda.
Beberapa seller mulai merasa bahwa sistem marketplace sekarang terlalu berat sebelah ke pembeli, sementara toko sering kali harus menanggung kerugian jika terjadi masalah.
Dan salah satu masalah yang paling sering dikeluhkan adalah sistem retur barang yang dianggap terlalu mudah bagi pembeli, tetapi cukup sulit bagi penjual untuk menolak atau mengajukan banding.
Sistem Retur yang Terlalu Mudah Kadang Justru Merugikan Toko
Salah satu pengalaman yang sering dibicarakan para penjual adalah soal proses retur.
Saat pembeli mengajukan pengembalian barang, toko sebenarnya masih punya hak untuk menolak jika merasa klaim tersebut tidak benar. Namun untuk melakukan banding, biasanya seller diminta menyiapkan bukti dokumentasi packing.
Misalnya seperti:
-
foto kondisi barang sebelum dikirim
-
foto proses packing
-
video packing sebelum paket ditutup
Masalahnya, untuk toko yang memiliki pesanan sedikit mungkin hal ini masih bisa dilakukan.
Namun bagaimana dengan toko yang setiap hari harus memproses ratusan bahkan ribuan pesanan?
Bayangkan jika setiap paket harus direkam video dan difoto satu per satu sebelum dikirim. Ini bukan pekerjaan kecil.
Jika dianalogikan sederhana, ini seperti sebuah restoran yang harus memotret setiap piring makanan sebelum disajikan ke pelanggan, hanya untuk berjaga-jaga jika suatu saat ada komplain.
Tentu hal ini sangat menyita waktu dan tenaga.
Banyak penjual akhirnya merasa mereka harus menambah tenaga kerja hanya untuk mendokumentasikan proses packing, padahal pekerjaan utama mereka sebenarnya adalah menyiapkan pesanan.
Kenapa Dokumentasi Packing Tidak Menjadi Tugas Kurir Saat Pickup?
Beberapa penjual sebenarnya memiliki ide yang cukup menarik.
Daripada toko harus mendokumentasikan semua proses packing, seharusnya proses ini bisa menjadi bagian dari standar kerja kurir saat melakukan pickup paket.
Misalnya seperti ini:
Saat kurir datang mengambil paket dari toko, kurir bisa melakukan dokumentasi cepat berupa:
-
foto paket
-
scan kondisi paket
-
verifikasi standar packing
Dokumentasi ini kemudian langsung masuk ke database sistem Shopee.
Jika suatu saat terjadi klaim retur dari pembeli, data tersebut bisa langsung digunakan sebagai bukti resmi.
Dengan sistem seperti ini, beban kerja seller bisa jauh lebih ringan.
Selain itu, kurir juga bisa memastikan bahwa paket yang diambil memang sudah memenuhi standar pengiriman sebelum dibawa ke gudang logistik.
Ada Juga Penjual yang Mengeluh Soal Retur yang Diduga Tidak Jujur
Masalah lain yang cukup sensitif tetapi sering dibicarakan seller adalah soal kemungkinan adanya pembeli yang menyalahgunakan sistem retur.
Tidak semua pembeli seperti ini tentu saja. Sebagian besar pembeli memang jujur.
Namun dalam beberapa kasus, ada penjual yang merasa pernah menghadapi situasi seperti:
-
pembeli sengaja memasukkan alamat yang salah
-
pembeli sengaja tidak menerima paket
-
pembeli memesan hanya untuk membuat barang diretur
Dalam situasi seperti ini, toko tetap harus menanggung beberapa biaya seperti:
-
biaya packing
-
biaya operasional
-
potongan administrasi
-
biaya pengiriman
Jika kejadian seperti ini terjadi berulang kali, tentu saja kerugian bisa cukup besar.
Bahkan ada seller yang khawatir sistem seperti ini bisa dimanfaatkan oleh kompetitor yang tidak sehat untuk merugikan toko lain.
Walaupun kasus seperti ini mungkin tidak sering terjadi, tetapi kekhawatiran tersebut tetap ada di kalangan penjual.
Produk Kustom adalah yang Paling Rentan Dirugikan oleh Sistem Retur
Bagi penjual produk umum seperti fashion, barang retur biasanya masih bisa dijual kembali.
Namun bagaimana dengan produk yang bersifat custom atau pesanan khusus?
Misalnya seperti:
-
cetak foto
-
hadiah custom
-
kerajinan dengan nama khusus
-
produk personalisasi
Jika barang seperti ini diretur oleh pembeli, hampir tidak mungkin produk tersebut bisa dijual kembali.
Artinya barang tersebut otomatis menjadi kerugian penuh bagi toko.
Inilah alasan kenapa banyak penjual produk custom merasa sistem retur di marketplace saat ini masih belum cukup adil bagi mereka.
Biaya Berjualan di Shopee Juga Semakin Tinggi
Selain masalah retur, banyak seller juga mulai membicarakan soal biaya berjualan yang semakin besar.
Beberapa penjual mengatakan bahwa total potongan yang mereka terima dari satu transaksi bisa mencapai angka yang cukup tinggi.
Misalnya seperti:
-
biaya administrasi
-
biaya layanan
-
biaya program gratis ongkir
-
biaya komisi kategori
-
biaya iklan Shopee Ads
Dalam beberapa kasus, total potongan ini bisa mencapai sekitar 20% dari harga produk.
Jika margin keuntungan produk hanya sekitar 30%, maka setelah dipotong biaya marketplace, keuntungan yang tersisa menjadi sangat kecil.
Belum lagi toko masih harus membayar:
-
gaji karyawan
-
biaya packing
-
biaya operasional gudang
Tidak sedikit penjual yang mengatakan bahwa profit akhirnya menjadi sangat tipis.
Banyak Seller Merasa Harus Iklan Jika Ingin Toko Tetap Hidup
Hal lain yang sering dibicarakan penjual adalah soal ketergantungan pada iklan Shopee Ads.
Beberapa seller merasa bahwa jika mereka tidak menjalankan iklan, produk mereka menjadi sangat sulit ditemukan oleh pembeli.
Akibatnya toko harus terus mengeluarkan biaya iklan agar tetap mendapatkan exposure di marketplace.
Bagi sebagian penjual, kondisi ini terasa seperti lingkaran yang sulit dihindari.
Jika tidak beriklan, toko sepi.
Jika beriklan, biaya operasional semakin tinggi.
Sistem Rating Kurir Juga Menjadi Salah Satu Saran dari Seller
Ada satu ide menarik yang juga sering disampaikan penjual.
Saat ini jika pembeli kecewa dengan proses pengiriman, banyak dari mereka akhirnya memberikan ulasan negatif ke produk atau toko.
Padahal sebenarnya masalahnya mungkin terjadi pada layanan pengiriman.
Karena itu beberapa seller menyarankan agar marketplace menyediakan fitur rating khusus untuk kurir atau layanan pengiriman.
Dengan sistem seperti ini:
-
kurir juga memiliki sistem penilaian
-
kualitas pelayanan kurir bisa meningkat
-
toko tidak selalu menjadi pihak yang disalahkan
Karena tidak semua masalah pengiriman berasal dari toko.
Banyak Penjual Sebenarnya Hanya Ingin Sistem yang Lebih Seimbang
Jika membaca berbagai keluhan penjual, sebenarnya inti masalahnya cukup sederhana.
Sebagian besar seller tidak menolak perlindungan bagi pembeli.
Namun mereka berharap sistem marketplace juga memberikan perlindungan yang adil bagi penjual.
Misalnya dengan:
-
proses banding yang lebih sederhana
-
sistem verifikasi retur yang lebih jelas
-
perlindungan bagi produk custom
-
sistem biaya yang lebih seimbang
Karena pada akhirnya marketplace hanya bisa berkembang jika pembeli dan penjual sama-sama merasa diuntungkan.
Jika salah satu pihak merasa terlalu dirugikan, ekosistem tersebut bisa menjadi tidak sehat dalam jangka panjang.
Sekarang saya ingin mendengar pendapat kamu.
Apakah kamu juga seorang penjual di Shopee?
Apakah kamu pernah mengalami masalah seperti:
-
retur yang merugikan toko
-
potongan biaya yang terlalu besar
-
atau kesulitan bersaing tanpa iklan?
Coba ceritakan pengalaman kamu di kolom komentar.
Semakin banyak seller berbagi pengalaman, semakin besar kemungkinan suara ini bisa didengar dan sistem marketplace ke depan bisa menjadi lebih adil bagi semua pihak.
Komentar
Posting Komentar