Kalau ditanya ke pembeli, hampir semua pasti jawab Gratis Ongkir itu menguntungkan pembeli. Karena mereka bisa belanja tanpa harus mikir ongkir mahal. Bahkan banyak orang yang awalnya tidak jadi beli, akhirnya jadi beli hanya karena ada tulisan “Gratis Ongkir”.
Kalau ditanya ke seller, jawabannya biasanya tidak sesederhana itu. Ada yang bilang Gratis Ongkir membantu menaikkan order, tapi ada juga yang merasa margin semakin tipis sejak ikut program Gratis Ongkir. Order memang naik, tapi keuntungan per barang terasa semakin kecil.
Di sini sebenarnya mulai muncul pertanyaan yang cukup menarik: Gratis Ongkir ini sebenarnya paling menguntungkan siapa? Pembeli, seller, atau marketplace?
Dari Sisi Pembeli, Gratis Ongkir Jelas Sangat Menguntungkan
Kalau dilihat dari sisi pembeli, Gratis Ongkir jelas membuat belanja terasa lebih murah. Banyak pembeli yang sebenarnya tidak terlalu masalah dengan harga barang, tapi sangat sensitif dengan ongkir. Harga barang 20 ribu tapi ongkir 18 ribu sering membuat orang batal checkout. Tapi kalau ongkirnya gratis atau sangat murah, orang lebih mudah menekan tombol beli.
Makanya Gratis Ongkir itu sebenarnya bukan cuma soal ongkir, tapi soal menghilangkan keraguan pembeli untuk checkout. Begitu hambatan ongkir hilang, transaksi biasanya langsung naik.
Dari sisi ini, pembeli jelas diuntungkan karena mereka merasa belanja lebih hemat dan lebih ringan.
Dari Sisi Seller, Gratis Ongkir Bisa Jadi Pedang Bermata Dua
Dari sisi seller, Gratis Ongkir itu tidak selalu berarti lebih untung. Memang sering terjadi setelah ikut Gratis Ongkir, traffic naik dan order naik. Produk lebih mudah terjual karena pembeli lebih tertarik. Tapi di sisi lain biasanya muncul biaya tambahan seperti biaya layanan, biaya program, atau potongan lain yang membuat margin per produk menjadi lebih kecil.
Jadi yang sering terjadi adalah:
Order naik, omzet naik, tapi keuntungan tidak naik sebanding, bahkan kadang justru turun.
Di titik ini banyak seller mulai merasa bahwa mereka seperti harus ikut Gratis Ongkir supaya tetap bisa bersaing, tapi di sisi lain margin mereka semakin tipis. Jadi Gratis Ongkir bagi seller kadang membantu penjualan, tapi juga menekan keuntungan.
Kalau Dilihat Lebih Dalam, Gratis Ongkir Itu Sebenarnya Alat Marketing Marketplace
Kalau dilihat dari sudut pandang marketplace, Gratis Ongkir adalah salah satu strategi paling kuat untuk meningkatkan transaksi. Dengan Gratis Ongkir, orang belanja lebih sering, checkout lebih banyak, dan total transaksi di platform meningkat.
Semakin banyak transaksi terjadi, marketplace mendapatkan lebih banyak biaya layanan, biaya admin, biaya iklan, dan biaya lainnya. Jadi walaupun marketplace mengeluarkan subsidi ongkir, mereka tetap mendapatkan pemasukan dari peningkatan transaksi.
Kalau dilihat dari sistemnya, Gratis Ongkir itu sebenarnya bukan sekadar promo, tapi mesin penggerak transaksi di marketplace.
Akhirnya Semua Masuk ke Sistem yang Sama
Yang menarik adalah akhirnya semua pihak seperti masuk ke dalam sistem yang sama:
- Pembeli terbiasa mencari Gratis Ongkir
- Seller harus ikut Gratis Ongkir supaya produk bisa bersaing
- Marketplace menggunakan Gratis Ongkir untuk meningkatkan transaksi
- Kompetitor ikut Gratis Ongkir
- Seller yang tidak ikut Gratis Ongkir biasanya kalah exposure
Lama-lama Gratis Ongkir bukan lagi promo tambahan, tapi seperti menjadi standar di marketplace. Dan ketika sesuatu sudah menjadi standar, mau tidak mau semua harus mengikuti kalau ingin tetap bermain di dalam sistem.
Jadi Sebenarnya Gratis Ongkir Menguntungkan Siapa?
Kalau dilihat dari luar, pembeli jelas senang karena ongkir murah. Seller senang karena order naik. Marketplace senang karena transaksi naik. Jadi sekilas terlihat semua pihak diuntungkan.
Tapi kalau dilihat lebih dalam, yang paling diuntungkan sebenarnya adalah platform marketplace, karena mereka berhasil membuat sistem di mana pembeli semakin sering belanja, seller semakin sering ikut promo, dan perputaran uang di dalam platform semakin besar.
Seller tetap bisa untung, tapi harus semakin pintar menghitung harga dan biaya. Pembeli tetap senang karena merasa dapat ongkir murah. Marketplace mendapatkan transaksi yang terus meningkat.
Jadi Gratis Ongkir itu sebenarnya bukan hanya promo ongkir, tapi bagian dari sistem besar marketplace untuk menjaga transaksi tetap tinggi.
Kalau dipikir-pikir, hampir semua orang sekarang kalau belanja online pasti mencari tulisan Gratis Ongkir dulu baru lanjut lihat produk. Kebiasaan itu sebenarnya sudah mengubah cara orang belanja dan cara seller menentukan harga. Saya juga penasaran, menurut yang jualan atau yang sering belanja, Gratis Ongkir ini lebih terasa membantu atau justru membuat harga barang jadi semakin mahal secara tidak langsung?
Komentar
Posting Komentar