Jualan di Shopee Makin Lama Makin Berat? Fee Naik, Iklan Wajib, Campaign Wajib, Tapi Tanpa Itu Produk Sepi
Kalau bicara jujur sebagai seller yang sudah cukup lama jualan di Shopee, mungkin banyak yang merasakan hal yang sama. Dulu jualan di marketplace terasa seperti peluang besar. Traffic sudah ada, pembeli sudah ada, kita tinggal upload produk dan belajar sedikit demi sedikit. Tapi semakin lama, sistemnya terasa semakin berat di biaya dan semakin sulit kalau tidak ikut semua program yang ada.
Sekarang fee semakin banyak. Ada biaya admin, biaya layanan, biaya pembayaran, biaya gratis ongkir, biaya campaign, biaya iklan. Di atas kertas memang terlihat sederhana, tinggal tidak usah ikut campaign atau matikan iklan kalau tidak mau kena biaya tambahan. Kedengarannya mudah.
Tapi kenyataannya tidak semudah itu.
Waktu Iklan Dimatikan, Exposure Produk Langsung Turun
Banyak seller pasti pernah mencoba ini. Matikan Shopee Ads, berhenti ikut campaign, tidak ikut promo, hanya jualan normal saja. Secara teori harusnya masih bisa jualan seperti biasa, hanya tanpa promo saja.
Tapi yang sering terjadi justru exposure produk langsung turun drastis. Traffic berkurang, produk jarang muncul di pencarian, order turun, toko terasa tiba-tiba sepi. Akhirnya seller seperti dipaksa untuk menyalakan iklan lagi, ikut campaign lagi, ikut gratis ongkir lagi, supaya produk bisa muncul dan tetap ada order.
Di titik ini banyak seller mulai merasa bahwa di marketplace kita bukan lagi hanya bersaing produk dan harga, tapi bersaing di biaya promosi di dalam marketplace itu sendiri.
Dan kalau tidak ikut sistemnya, kita seperti perlahan keluar dari perputaran traffic.
Akhirnya Seller Ikut Semua Program Bukan Karena Mau, Tapi Karena Harus Bertahan
Banyak orang di luar mungkin berpikir seller ikut gratis ongkir, ikut campaign, ikut iklan karena ingin jualan lebih banyak. Itu memang benar, tapi ada satu alasan lain yang lebih besar: survive.
Seller punya:
- Stok barang
- Sewa gudang / toko
- Gaji karyawan
- Biaya packing
- Biaya operasional
- Cashflow yang harus terus berputar
Jadi kadang seller ikut semua program bukan karena margin masih besar, tapi karena butuh cashflow supaya usaha tetap jalan dan karyawan tetap bisa digaji. Ini realita yang jarang dilihat dari luar.
Dari luar mungkin terlihat toko ramai dan order banyak, tapi di belakang layar seller menghitung biaya satu per satu dan mulai bertanya dalam hati: kalau biaya terus naik seperti ini, kita bisa bertahan sampai kapan?
Masalah Retur dan Pengiriman Juga Jadi Beban Tambahan
Belum lagi masalah retur yang kadang cukup menyulitkan seller. Tidak semua pembeli, tapi memang ada pembeli yang iseng order lalu retur barang tanpa alasan yang jelas. Ada juga kasus barang sudah dikirim dengan baik tapi tetap diretur.
Yang lebih membuat seller bingung lagi adalah kasus pengiriman gagal yang langsung diretur dengan alasan pembeli menolak atau pengiriman gagal, padahal kadang pembeli merasa tidak pernah menolak paket. Harusnya sebelum paket langsung diretur, bisa ada komunikasi dulu antara kurir, pembeli, atau penjual supaya tidak langsung retur sepihak.
Karena setiap retur itu bukan hanya soal barang kembali, tapi ada biaya kirim, biaya packing, risiko barang rusak, waktu, tenaga, dan biaya operasional yang tetap berjalan.
Kalau kasus seperti ini sering terjadi, lama-lama cukup berat untuk seller kecil dan menengah.
Marketplace Memang Membantu Banyak Seller, Tapi Semoga Sistemnya Bisa Lebih Fair
Harus diakui marketplace seperti Shopee memang membantu banyak orang bisa mulai usaha tanpa harus punya toko fisik. Banyak seller bisa berkembang, banyak UMKM bisa jalan karena marketplace. Itu tidak bisa dipungkiri.
Tapi semakin lama, banyak seller juga mulai merasa biaya dan sistemnya semakin berat, dan pilihan seller semakin sedikit. Tidak ikut promo sepi, ikut promo margin tipis, tapi tetap harus jalan karena usaha harus tetap hidup.
Mungkin banyak seller yang merasakan hal yang sama tapi tidak tahu harus cerita ke mana. Karena dari luar orang hanya melihat toko ramai dan order banyak, tapi tidak melihat biaya, retur, operasional, dan tekanan untuk tetap menjaga cashflow supaya usaha tetap jalan.
Kalau dipikir-pikir, mungkin bukan cuma satu atau dua seller yang merasakan hal seperti ini. Mungkin cukup banyak yang mengalami hal yang sama tapi jarang dibicarakan. Menarik juga sebenarnya kalau seller lain berbagi pengalaman, apakah merasakan hal yang sama atau punya cara sendiri untuk tetap bertahan di sistem marketplace yang sekarang semakin kompetitif.
Komentar
Posting Komentar