Ketika Aplikasi Baru Justru Membuat Seller Kebingungan
Belakangan ini Shopee meluncurkan aplikasi baru khusus untuk penjual yang diberi nama Shopee Seller Centre. Aplikasi ini dibuat terpisah dari aplikasi Shopee utama.
Jika sebelumnya penjual bisa mengelola toko langsung dari aplikasi Shopee yang sama dengan fitur belanja, sekarang banyak fungsi seller dipindahkan ke aplikasi tersendiri.
Tujuannya kemungkinan untuk membuat sistem manajemen toko menjadi lebih fokus dan profesional bagi para penjual.
Namun setelah aplikasi ini muncul di Google Play Store, reaksi pengguna ternyata tidak semuanya positif.
Rating Aplikasi Turun Hingga 2.2 di Playstore
Jika melihat halaman aplikasi di Play Store seperti pada gambar di atas, rating aplikasi ini terlihat cukup rendah.
Bahkan ratingnya hanya sekitar 2.2 dari 5 bintang, angka yang biasanya menunjukkan bahwa banyak pengguna merasa kurang puas.
Beberapa komentar pengguna juga cukup jelas menggambarkan masalah yang mereka rasakan.
Ada yang mengatakan aplikasi terasa sangat lambat, ada juga yang merasa fitur di dalamnya justru membuat pengelolaan toko menjadi lebih ribet dibanding sebelumnya.
Beberapa seller bahkan berharap aplikasi ini diperbaiki agar tidak membuat proses melihat toko atau mengatur pesanan menjadi lebih sulit.
Seller Mengeluh Potongan Biaya dan Sistem yang Semakin Rumit
Salah satu komentar yang terlihat pada ulasan aplikasi juga menyebutkan bahwa keuntungan seller terasa semakin kecil.
Pengguna tersebut menjelaskan bahwa dari sebuah produk yang memiliki keuntungan kotor sekitar 25.000 rupiah, masih ada potongan tambahan dari platform yang membuat keuntungan akhirnya jauh lebih kecil.
Keluhan seperti ini sebenarnya bukan hal baru di dunia marketplace.
Banyak penjual kecil harus sangat berhati-hati menghitung margin keuntungan karena selain biaya platform, masih ada biaya lain seperti:
-
biaya kemasan
-
biaya operasional
-
biaya pengiriman
-
potongan promosi
Jika tidak dihitung dengan benar, keuntungan bisa menjadi sangat tipis.
Masalah Verifikasi dan Sistem yang Dianggap Membingungkan
Ada juga pengguna yang mengeluhkan sistem verifikasi yang dianggap terlalu banyak.
Menurut salah satu komentar, proses verifikasi terasa cukup ribet bahkan ketika pengguna hanya ingin melakukan aktivitas sederhana di aplikasi.
Dalam dunia digital sebenarnya verifikasi memang penting untuk keamanan akun.
Namun jika proses tersebut terlalu sering muncul atau tidak jelas tujuannya, pengguna bisa merasa aplikasi menjadi kurang nyaman digunakan.
Mengapa Platform Sering Membuat Aplikasi Terpisah
Beberapa platform besar memang mulai memisahkan aplikasi antara pembeli dan penjual.
Biasanya tujuannya adalah agar fitur yang digunakan oleh seller tidak bercampur dengan fitur belanja biasa.
Misalnya:
-
pengelolaan pesanan
-
statistik penjualan
-
pengaturan produk
-
pengelolaan promosi
Fitur seperti ini biasanya lebih kompleks sehingga dibuat dalam aplikasi terpisah.
Jika dianalogikan sederhana, ini seperti memisahkan kasir toko dengan ruang gudang.
Pembeli hanya perlu melihat etalase toko, tetapi pemilik toko membutuhkan ruang khusus untuk mengatur stok dan operasional.
Namun Perubahan Sistem Selalu Membutuhkan Adaptasi
Masalahnya, setiap perubahan sistem biasanya membutuhkan waktu bagi pengguna untuk beradaptasi.
Seller yang sudah terbiasa dengan sistem lama mungkin merasa aplikasi baru ini terasa lebih rumit atau lebih lambat.
Hal ini sebenarnya cukup umum terjadi ketika sebuah platform melakukan perubahan besar pada sistemnya.
Namun jika keluhan pengguna terlalu banyak, biasanya platform juga akan melakukan pembaruan aplikasi untuk memperbaiki masalah tersebut.
Beberapa Hal yang Bisa Dilakukan Seller Sementara Waktu
Bagi penjual yang merasa aplikasi Seller Centre masih kurang nyaman digunakan, ada beberapa langkah yang bisa dicoba sementara waktu.
Pertama, pastikan aplikasi selalu diperbarui ke versi terbaru karena biasanya developer akan terus memperbaiki bug dan performa.
Kedua, jika aplikasi terasa lambat, cobalah membersihkan cache aplikasi atau menggunakan perangkat dengan spesifikasi yang cukup.
Ketiga, beberapa seller juga masih menggunakan Seller Centre versi web melalui browser untuk mengelola toko karena kadang lebih stabil dibanding aplikasi mobile.
Cara ini bisa menjadi alternatif sampai aplikasi mobile menjadi lebih stabil.
Masukan Pengguna Bisa Membantu Perbaikan Sistem
Komentar dan ulasan pengguna sebenarnya sangat penting bagi pengembang aplikasi.
Rating dan feedback yang muncul di Play Store sering menjadi indikator bagi developer untuk mengetahui masalah apa saja yang dialami pengguna.
Jika banyak seller menyampaikan keluhan yang sama, biasanya tim pengembang akan melakukan perbaikan dalam pembaruan aplikasi berikutnya.
Karena itu meskipun ulasan terlihat negatif, sebenarnya hal tersebut juga bisa menjadi masukan yang membantu platform memperbaiki layanan mereka.
Sekarang saya ingin mendengar pengalaman kamu.
Apakah kamu sudah mencoba menggunakan aplikasi Shopee Seller Centre yang baru?
Apakah menurut kamu aplikasi ini lebih membantu penjual, atau justru membuat pengelolaan toko menjadi lebih sulit?
Ceritakan pengalaman kamu di kolom komentar agar seller lain juga bisa mengetahui pengalaman pengguna yang sebenarnya.
Komentar
Posting Komentar