Barang Dikemas Bagus Tapi Sampai Pecah? Kenapa Toko Sering Disalahkan Saat Kerusakan Terjadi di Pengiriman
Ketika Pembeli Kecewa karena Barang Sampai dalam Kondisi Rusak
Belanja online memang sangat praktis. Kita cukup membuka aplikasi, memilih produk, lalu menunggu paket datang ke rumah. Namun ada satu masalah yang sering terjadi dalam dunia marketplace: barang sampai dalam kondisi rusak.
Dari ulasan yang terlihat pada halaman produk marketplace, ada pembeli yang mengatakan bahwa bingkai foto yang ia beli sebenarnya dikemas dengan sangat baik. Bahkan menurutnya packing terlihat bagus.
Namun ketika paket dibuka, kaca pada bingkai tersebut sudah pecah.
Pembeli tentu merasa kecewa karena ia sudah membeli produk tersebut dua kali, bahkan mencoba membeli dari toko yang lokasinya lebih dekat. Tetapi hasilnya tetap sama: barang datang dalam kondisi rusak.
Situasi seperti ini sebenarnya cukup sering terjadi, terutama pada produk yang memiliki material rapuh seperti kaca.
Masalahnya Bukan Selalu di Toko
Jika kita melihat dari sisi pembeli, sangat wajar jika mereka langsung menghubungkan masalah tersebut dengan toko tempat mereka membeli barang.
Namun dalam banyak kasus, kerusakan barang tidak selalu terjadi karena kesalahan penjual.
Ketika paket sudah diserahkan kepada jasa pengiriman, perjalanan barang tersebut bisa melewati banyak tahap seperti:
-
gudang sortir
-
kendaraan pengiriman
-
gudang transit
-
kurir pengantaran
Jika dianalogikan sederhana, perjalanan paket itu mirip seperti perjalanan koper di bandara.
Koper kita mungkin dikemas dengan baik, tetapi selama proses pemindahan dari satu pesawat ke pesawat lain, koper tersebut bisa saja terbentur atau tertindih barang lain.
Hal yang sama juga bisa terjadi pada paket marketplace.
Produk dengan Kaca Memang Memiliki Risiko Lebih Tinggi
Produk seperti bingkai foto, cermin, atau barang dekorasi kaca memang memiliki risiko pengiriman yang lebih tinggi.
Meskipun sudah menggunakan bubble wrap atau pelindung tambahan, tetap ada kemungkinan barang mengalami benturan selama perjalanan.
Karena itu banyak toko biasanya memberikan catatan di deskripsi produk bahwa barang kaca memiliki risiko pecah saat pengiriman.
Beberapa penjual bahkan menyarankan pembeli untuk menambahkan extra packing agar perlindungan paket menjadi lebih kuat.
Namun tidak semua pembeli membaca bagian deskripsi produk secara lengkap.
Akibatnya ketika terjadi kerusakan, toko sering menjadi pihak yang menerima ulasan negatif.
Ketika Rating Produk Turun karena Masalah Logistik
Dalam contoh ulasan yang terlihat di screenshot, ada pembeli yang memberikan bintang satu karena salah satu bingkai foto yang ia beli datang dalam kondisi pecah.
Di sisi lain, penjual juga memberikan penjelasan bahwa barang dikirim dalam kondisi baik dan kerusakan kemungkinan terjadi selama proses pengiriman.
Situasi seperti ini sebenarnya cukup dilematis.
Bagi pembeli, mereka menerima barang dalam kondisi rusak.
Namun bagi penjual, mereka sudah melakukan packing dengan benar sebelum barang dikirim.
Masalah seperti ini sering kali muncul karena sistem marketplace belum sepenuhnya memisahkan antara rating produk dan rating layanan pengiriman.
Mengapa Kurir Seharusnya Juga Memiliki Sistem Rating
Inilah alasan mengapa banyak seller mulai mengusulkan agar layanan kurir juga memiliki sistem ulasan yang jelas.
Jika pembeli bisa memberikan rating kepada:
-
toko
-
produk
maka seharusnya mereka juga bisa memberikan rating kepada:
-
layanan pengiriman
-
kurir
Dengan cara ini, penilaian bisa menjadi lebih adil.
Jika barang rusak karena proses pengiriman, pembeli bisa memberikan ulasan kepada layanan logistik, bukan langsung kepada produk.
Sistem seperti ini sebenarnya sudah digunakan di beberapa layanan transportasi online, di mana penumpang dapat menilai driver setelah perjalanan selesai.
Beberapa Hal yang Bisa Dilakukan Pembeli untuk Mengurangi Risiko
Walaupun sistem pengiriman berada di luar kendali pembeli, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan paket.
Perhatikan deskripsi produk dengan lebih teliti
Penjual biasanya sudah menuliskan informasi penting di bagian deskripsi, termasuk risiko pengiriman untuk barang tertentu.
Pertimbangkan menggunakan extra packing
Beberapa toko menyediakan layanan tambahan seperti:
-
bubble wrap tambahan
-
packing kayu
-
pelindung kardus ganda
Extra packing memang menambah biaya sedikit, tetapi sering kali dapat mengurangi risiko kerusakan.
Rekam video saat membuka paket
Jika barang datang dalam kondisi rusak, video unboxing bisa membantu proses komplain di marketplace.
Video ini menjadi bukti bahwa kerusakan memang terjadi sebelum barang digunakan oleh pembeli.
Hal yang Bisa Dilakukan Seller untuk Mengurangi Risiko Ulasan Negatif
Bagi penjual, ada beberapa strategi yang sering digunakan untuk mengurangi masalah seperti ini.
Misalnya dengan:
-
mencantumkan peringatan pengiriman di deskripsi produk
-
menawarkan extra packing secara jelas
-
memberikan label FRAGILE pada paket
Langkah kecil seperti ini sering membantu pembeli memahami bahwa barang tersebut memang memerlukan perlakuan khusus saat pengiriman.
Marketplace Akan Lebih Adil Jika Semua Pihak Bisa Dinilai
Kasus seperti ini sebenarnya menunjukkan satu hal penting.
Sistem marketplace melibatkan banyak pihak:
-
pembeli
-
penjual
-
kurir
-
platform
Jika hanya toko yang menerima ulasan sementara layanan pengiriman tidak memiliki sistem penilaian yang jelas, maka keseimbangan sistem menjadi kurang adil.
Banyak seller berharap ke depan platform marketplace dapat mengembangkan sistem yang memungkinkan pembeli memberikan penilaian langsung kepada layanan kurir.
Dengan cara ini, pengalaman belanja online bisa menjadi lebih transparan bagi semua pihak.
Sekarang saya ingin mendengar pengalaman kamu.
Apakah kamu pernah menerima paket yang rusak saat belanja di marketplace?
Menurut kamu, apakah kurir juga seharusnya memiliki sistem rating seperti toko dan produk?
Ceritakan pengalaman kamu di kolom komentar agar pembaca lain juga bisa belajar dari pengalaman tersebut.
Komentar
Posting Komentar