Kenapa Penghasilan Shopee Bisa Minus Karena Ongkir? Seller Mulai Kaget Saat Melihat Rincian Penghasilan
Beberapa waktu terakhir saya membaca sebuah keluhan yang cukup mengejutkan dari seorang seller Shopee di komunitas penjual online. Keluhan ini menarik karena masalahnya bukan soal pesanan sepi, bukan juga soal retur barang.
Masalahnya justru muncul setelah pesanan selesai diproses.
Seorang penjual membagikan screenshot rincian penghasilan yang terlihat cukup aneh. Dalam rincian tersebut terlihat bahwa harga produk yang dijual adalah Rp71.000, namun setelah dihitung oleh sistem Shopee, estimasi total penghasilan justru menjadi minus Rp41.730.
Artinya bukan hanya tidak mendapatkan keuntungan, penjual tersebut bahkan terlihat seperti harus menanggung kerugian dari transaksi tersebut.
Hal ini tentu membuat banyak penjual bertanya-tanya.
Bagaimana mungkin menjual barang Rp71.000 tetapi hasil akhirnya malah minus?
Ketika Ongkir Lebih Mahal dari Harga Barang
Jika kita melihat lebih detail pada rincian penghasilan tersebut, ternyata penyebab utamanya ada pada bagian ongkos kirim.
Di rincian terlihat beberapa angka seperti ini:
Subtotal pesanan
Rp71.000
Estimasi subtotal ongkos kirim
-
Rp98.000
Angka ini menunjukkan bahwa biaya pengiriman yang harus dibayarkan ke jasa kirim jauh lebih besar daripada harga barang yang dijual.
Jika diibaratkan sederhana, situasinya seperti ini.
Bayangkan seseorang membeli barang seharga Rp70.000, tetapi biaya untuk mengirim barang tersebut mencapai hampir Rp100.000.
Jika tidak ada subsidi ongkir dari marketplace atau pembeli, maka selisih biaya tersebut bisa saja menjadi tanggungan penjual.
Kenapa Ongkir Bisa Sampai Setinggi Itu
Dalam banyak kasus marketplace, ongkos kirim dihitung berdasarkan beberapa faktor.
Beberapa di antaranya adalah:
-
berat barang
-
volume paket
-
jarak pengiriman
-
wilayah tujuan
-
jenis layanan ekspedisi
Pada screenshot tersebut juga terlihat bahwa pengiriman dilakukan antar pulau, sehingga biaya logistiknya jauh lebih tinggi dibanding pengiriman dalam satu kota atau satu provinsi.
Jika diibaratkan sederhana, mengirim barang antar pulau tentu berbeda dengan mengirim barang antar kecamatan.
Perjalanan paket bisa melibatkan:
-
transportasi darat
-
transportasi laut
-
bahkan transportasi udara
Semua proses ini tentu mempengaruhi biaya pengiriman yang dihitung oleh sistem logistik.
Kenapa Penjual Bisa Terlihat Menanggung Ongkir
Hal yang sering membuat penjual bingung adalah bagian perhitungan ongkir yang terlihat seperti ditanggung oleh penjual.
Padahal sebenarnya sistem marketplace membagi ongkir menjadi beberapa bagian.
Biasanya ongkir bisa berasal dari:
-
pembeli
-
subsidi Shopee
-
potongan promo
-
atau sebagian ditanggung penjual
Jika ongkir yang dihitung oleh jasa kirim jauh lebih tinggi daripada subsidi yang diberikan oleh Shopee atau biaya yang dibayar pembeli, maka selisihnya bisa saja muncul di rincian penghasilan seller.
Karena itu dalam beberapa kasus, penjual bisa melihat angka penghasilan yang terlihat sangat kecil bahkan minus.
Kenapa Seller Sering Tidak Menyadari Risiko Ini
Banyak penjual baru biasanya hanya fokus pada dua hal utama ketika menjual produk.
Harga barang dan keuntungan.
Namun dalam marketplace modern, sebenarnya ada komponen lain yang sangat mempengaruhi hasil akhir transaksi, yaitu biaya logistik.
Jika penjual tidak memperhatikan berat dan volume paket dengan benar, sistem ongkir yang dihitung oleh jasa kirim bisa menjadi jauh lebih tinggi dari perkiraan.
Misalnya:
-
ukuran paket terlalu besar
-
berat volumetrik lebih tinggi dari berat asli
-
atau tujuan pengiriman sangat jauh
Hal-hal seperti ini bisa membuat biaya pengiriman melonjak cukup tinggi.
Kenapa Marketplace Tetap Mengizinkan Pesanan dengan Ongkir Tinggi
Beberapa orang mungkin bertanya, kenapa sistem Shopee tetap memproses pesanan jika ongkirnya sangat mahal.
Jawabannya sebenarnya cukup sederhana.
Marketplace hanya menyediakan sistem transaksi dan pengiriman.
Perhitungan ongkir biasanya mengikuti tarif resmi dari jasa logistik yang bekerja sama dengan platform tersebut.
Karena itu jika pembeli tetap melanjutkan pesanan dengan ongkir tertentu, sistem akan tetap memproses transaksi tersebut sesuai perhitungan biaya yang berlaku.
Sekarang saya ingin mendengar pengalaman kamu.
Apakah kamu pernah mengalami rincian penghasilan Shopee yang tiba-tiba minus karena ongkir terlalu besar?
Atau mungkin pernah melihat perhitungan ongkir yang terasa tidak masuk akal dibanding harga barang?
Coba ceritakan pengalaman kamu di kolom komentar.
Komentar
Posting Komentar