Beberapa waktu terakhir banyak seller mulai merasa bahwa program Gratis Ongkir Shopee itu tidak benar-benar gratis. Dari luar terlihat seperti Shopee yang menanggung ongkir, pembeli senang karena ongkir murah, transaksi naik, tapi di sisi lain banyak seller merasa margin mereka semakin kecil. Bahkan ada yang merasa setiap ikut Gratis Ongkir, keuntungan seperti menghilang pelan-pelan.
Di sinilah banyak seller mulai bingung.
Kalau memang ini program dari Shopee, kenapa justru seller yang merasa dipotong? Bukannya marketplace yang seharusnya memberi subsidi ongkir?
Masalah ini sebenarnya bukan soal dipotong atau tidak, tapi soal bagaimana sistem Gratis Ongkir Shopee sebenarnya bekerja di belakang layar.
Yang Banyak Seller Tidak Sadar Tentang Gratis Ongkir
Kalau dilihat dari luar, Gratis Ongkir terlihat seperti promo biasa.
Pembeli checkout → ongkir murah atau gratis → order naik.
Tapi kalau dilihat dari sisi sistem marketplace, Gratis Ongkir itu bukan promo biasa. Itu sebenarnya adalah program biaya tambahan yang dibebankan ke seller yang ikut program tersebut.
Artinya, saat seller mengaktifkan Gratis Ongkir, biasanya akan ada biaya tambahan seperti:
- Biaya layanan
- Biaya program gratis ongkir
- Biaya admin
- Biaya transaksi
- Biaya pembayaran
- Kadang ditambah biaya iklan jika pakai ads
Akhirnya yang terjadi adalah:
Order naik, tapi margin per order turun.
Dan ini yang membuat banyak seller merasa:
“Jualan ramai tapi uang tidak terasa.”
Kalau Dilihat Dari Sistem Marketplace
Coba kita lihat dari sisi marketplace, bukan dari sisi seller.
Marketplace seperti Shopee tujuannya bukan membuat satu seller untung besar, tapi membuat transaksi sebanyak mungkin terjadi di platform mereka.
Gratis Ongkir adalah alat untuk:
- Menarik pembeli
- Meningkatkan checkout
- Mengurangi keraguan pembeli
- Membuat orang belanja lebih sering
- Membuat orang tidak pindah ke marketplace lain
Jadi Gratis Ongkir sebenarnya adalah alat marketing besar, bukan sekadar promo ongkir.
Dan biaya marketing ini tidak sepenuhnya ditanggung marketplace, tapi dibagi antara marketplace, seller, dan kadang brand besar.
Jadi sistemnya kurang lebih seperti ini:
- Shopee memberi subsidi sebagian
- Seller membayar sebagian lewat biaya program
- Pembeli merasa ongkir gratis
- Transaksi naik
- Shopee dapat fee dari transaksi
- Seller dapat order lebih banyak tapi margin lebih kecil
Ini adalah sistem ekonomi marketplace, bukan sekadar promo ongkir.
Kenapa Shopee Tidak Menanggung Semua Ongkir Saja?
Pertanyaan ini sering muncul.
Jawabannya sederhana:
Kalau Shopee menanggung semua ongkir, biaya mereka akan sangat besar, dan sistem tidak akan bertahan lama.
Bayangkan:
Setiap hari jutaan paket dikirim.
Kalau rata-rata ongkir Rp20.000 dan Shopee menanggung semuanya, biayanya bisa triliunan.
Maka solusinya adalah:
Biaya ongkir disubsidi, tapi sebagian dibebankan ke seller melalui biaya program.
Jadi sebenarnya:
Gratis Ongkir itu bukan gratis,
tapi ongkirnya dibagi.
Dampak Gratis Ongkir ke Seller
Ini yang penting dipahami.
Gratis Ongkir biasanya menyebabkan:
- Order naik
- Traffic naik
- Conversion naik
- Tapi margin turun
- Kompetisi harga makin keras
- Seller harus menaikkan harga
- Perang harga makin parah
- Seller kecil makin sulit bersaing
- Seller yang tidak ikut gratis ongkir jadi sepi
Jadi Gratis Ongkir itu seperti pisau bermata dua:
- Bisa menaikkan penjualan
- Tapi bisa menurunkan keuntungan
Makanya banyak seller lama bilang:
“Di marketplace, yang ramai belum tentu yang paling untung.”
Analogi Supaya Lebih Mudah Dipahami
Bayangkan kamu jualan di mall.
Mall bilang:
“Kami akan pasang iklan besar-besaran supaya mall ramai. Tapi setiap toko harus ikut biaya promosi mall.”
Mall ramai → pengunjung banyak → toko lebih banyak pembeli.
Tapi setiap toko harus bayar biaya promosi mall.
Gratis Ongkir itu kurang lebih seperti itu.
Shopee mengiklankan platformnya, tapi biaya promosinya dibagi ke seller melalui biaya program.
Jadi Seller Harus Ikut Gratis Ongkir atau Tidak?
Jawabannya bukan iya atau tidak,
tapi harus dihitung.
Seller harus mulai menghitung:
- Harga modal
- Biaya admin
- Biaya layanan
- Biaya gratis ongkir
- Biaya iklan
- Margin bersih
Banyak seller rugi bukan karena tidak laku,
tapi karena tidak menghitung semua biaya marketplace.
Di marketplace, yang penting bukan:
Produk laku atau tidak.
Tapi:
Setelah semua biaya, masih untung atau tidak.
Yang Paling Penting Dipahami Dari Gratis Ongkir Shopee
Ini bagian yang paling penting.
Gratis Ongkir di marketplace bukan tujuan,
tapi alat.
Marketplace ingin:
- Pembeli merasa murah
- Pembeli sering belanja
- Transaksi meningkat
- Seller bersaing harga
- Seller menggunakan iklan
- Ekosistem marketplace terus berputar
Jadi Gratis Ongkir sebenarnya bagian dari:
Sistem besar marketplace, bukan sekadar promo ongkir.
Kalau seller memahami ini,
seller tidak akan kaget lagi kenapa margin terasa semakin kecil walaupun order semakin banyak.
Karena di marketplace:
Yang naik biasanya penjualan dulu, keuntungan belakangan.
Dan yang bisa bertahan lama bukan yang paling murah,
tapi yang paling paham sistemnya.
Yang Sering Membuat Seller Kaget Bukan Biayanya, Tapi Karena Tidak Dihitung Dari Awal
Banyak seller menentukan harga hanya dari modal dan keuntungan yang diinginkan, tapi tidak memasukkan semua biaya marketplace seperti biaya admin, biaya layanan, biaya Gratis Ongkir, biaya iklan, dan biaya transaksi. Akhirnya harga terlihat untung, tapi setelah dipotong semua biaya ternyata margin sangat kecil.
Di marketplace, kesalahan paling umum bukan di produk tidak laku, tapi di tidak menghitung biaya dengan lengkap.
Dan ini hampir dialami semua seller ketika baru serius jualan di marketplace.
Kalau dipikir-pikir lagi, mungkin hampir semua seller pernah ada di posisi ini:
Order mulai banyak, toko terlihat ramai, notifikasi masuk terus, tapi saat hitung uang di akhir bulan, hasilnya tidak sebesar yang dibayangkan. Banyak yang baru sadar ternyata potongan marketplace cukup besar kalau tidak dihitung dari awal.
Saya juga penasaran, yang baca ini lebih merasa Gratis Ongkir membantu menaikkan penjualan atau justru membuat margin makin tipis? Karena biasanya tiap kategori produk pengalamannya bisa beda-beda, dan menarik kalau kita bisa saling cerita pengalaman.
Komentar
Posting Komentar