Banyak orang masuk Shopee dengan pikiran sederhana: upload produk, pasang harga, tunggu order. Secara teori memang seperti itu. Marketplace terlihat seperti tempat jualan barang, tempat bertemunya penjual dan pembeli. Tapi kalau sudah lama berjualan di Shopee, biasanya akan mulai sadar bahwa yang terjadi sebenarnya tidak sesederhana jual beli barang.
Semakin lama jualan, semakin terasa bahwa di marketplace kita bukan hanya menjual barang, tapi sedang bermain di dalam sebuah sistem yang cukup kompleks. Dan seringkali yang menentukan barang kita laku atau tidak bukan hanya barangnya, tapi bagaimana kita bermain di dalam sistem itu.
Awalnya Semua Orang Mengira Ini Hanya Tempat Jualan
Hampir semua seller memulai dengan cara yang sama. Upload produk, foto bagus, harga bersaing, berharap produk muncul dan dibeli orang. Dan memang di awal biasanya ada order, ada traffic, ada harapan bahwa ini bisa menjadi bisnis jangka panjang.
Tapi setelah beberapa waktu, mulai muncul pertanyaan:
Kenapa produk tiba-tiba sepi?
Kenapa harus ikut gratis ongkir supaya laku?
Kenapa harus ikut iklan supaya produk muncul?
Kenapa ikut campaign baru order naik?
Kenapa kompetitor bisa muncul terus di atas?
Di titik ini biasanya seller mulai sadar bahwa marketplace bukan hanya soal produk dan harga.
Di Marketplace Yang Bersaing Bukan Hanya Produk
Kalau di marketplace, yang bersaing sebenarnya bukan hanya:
- Produk
- Harga
- Foto
- Deskripsi
Tapi juga:
- Siapa yang pakai iklan
- Siapa yang ikut gratis ongkir
- Siapa yang ikut campaign
- Siapa yang punya conversion bagus
- Siapa yang punya rating bagus
- Siapa yang sering dapat order
- Siapa yang punya traffic besar
- Siapa yang punya affiliate
- Siapa yang sering live
- Siapa yang punya repeat customer
Jadi sebenarnya yang bersaing itu bukan hanya produk, tapi sistem toko secara keseluruhan.
Makanya kadang ada produk yang sebenarnya biasa saja tapi bisa laku terus, dan ada produk bagus tapi sepi. Karena yang bekerja bukan hanya produknya, tapi sistem tokonya.
Marketplace Sebenarnya Mengatur Traffic, Bukan Hanya Menyediakan Tempat Jualan
Ini salah satu hal paling penting yang biasanya baru disadari setelah lama jualan. Marketplace seperti Shopee sebenarnya bukan hanya menyediakan tempat jualan, tapi mereka mengatur traffic. Mereka mengatur produk mana yang muncul, produk mana yang direkomendasikan, toko mana yang aktif, toko mana yang ikut program, dan sebagainya.
Artinya, di marketplace kita tidak sepenuhnya mengontrol siapa yang melihat produk kita. Kita harus mengikuti sistem supaya produk kita tetap mendapatkan exposure.
Makanya muncul kondisi seperti:
Tidak ikut iklan → traffic turun
Tidak ikut gratis ongkir → kalah saing
Tidak ikut campaign → produk jarang muncul
Jarang order → ranking turun
Ranking turun → makin sepi
Akhirnya banyak seller merasa seperti masuk ke dalam sistem yang harus terus diikuti supaya toko tetap hidup.
Lama-Lama Seller Sadar Bahwa Yang Dipelajari Bukan Hanya Jualan, Tapi Sistem Marketplace
Kalau seller bertahan cukup lama di marketplace, biasanya mereka mulai belajar hal-hal seperti:
- Cara kerja traffic
- Cara kerja conversion
- Cara kerja iklan
- Cara kerja gratis ongkir
- Cara kerja campaign
- Cara menaikkan ranking produk
- Cara membuat produk umpan
- Cara bundling
- Cara menaikkan repeat order
- Cara menjaga margin
- Cara mengatur cashflow
Di titik ini biasanya seller mulai sadar bahwa yang mereka pelajari bukan hanya jualan barang, tapi belajar sistem bisnis di dalam marketplace.
Dan biasanya seller yang sudah sampai tahap ini tidak lagi terlalu fokus perang harga, tapi mulai fokus sistem toko, brand, bundling, repeat order, dan strategi jangka panjang.
Jadi Marketplace Itu Jualan Barang atau Jualan Sistem?
Kalau untuk pembeli, marketplace memang tempat beli barang.
Kalau untuk seller, marketplace sebenarnya tempat menjalankan bisnis di dalam sistem orang lain.
Kita tetap jualan barang, tapi supaya barang itu laku, kita harus mengerti:
- Sistem traffic
- Sistem biaya
- Sistem ranking
- Sistem iklan
- Sistem promo
- Sistem campaign
- Sistem retur
- Sistem logistik
- Sistem marketplace secara keseluruhan
Jadi pada akhirnya banyak seller yang sadar bahwa di marketplace kita tidak hanya jualan barang, tapi belajar dan bermain di dalam sistem marketplace.
Dan biasanya yang bertahan lama di marketplace bukan yang produknya paling murah atau paling bagus, tapi yang paling mengerti sistem dan paling bisa beradaptasi dengan perubahan sistem.
Kalau dipikir-pikir, mungkin banyak seller yang awalnya hanya ingin jualan online, tapi akhirnya malah belajar marketing, belajar iklan, belajar logistik, belajar keuangan, belajar strategi harga, belajar sistem marketplace, dan banyak hal lain yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya. Saya juga cukup sering dengar seller bilang bahwa jualan di marketplace itu bukan sekadar jualan, tapi seperti belajar menjalankan bisnis dari nol di dalam sistem yang terus berubah. Menarik juga kalau tiap seller punya cerita sendiri soal ini.
Komentar
Posting Komentar