Kalau sudah cukup lama jualan di Shopee, biasanya ada satu fase yang hampir semua seller pernah alami. Fase di mana kita mulai menghitung harga dengan serius, menghitung semua biaya, menghitung fee Shopee, menghitung risiko retur, packing, dan lain-lain. Setelah dihitung, kita sudah menemukan harga jual paling rendah supaya masih ada keuntungan walaupun tipis.
Tapi setelah itu kita buka Shopee, lalu melihat ada toko lain yang menjual produk yang sama dengan harga yang jauh lebih murah. Bahkan kadang harganya sampai di bawah harga distributor yang selama ini kita kenal. Di situ biasanya langsung muncul pertanyaan yang sama di kepala banyak seller: ini mereka untung dari mana?
Karena kalau dihitung dengan biaya Shopee sekarang yang semakin besar, secara matematika seharusnya harga segitu sudah pasti rugi.
Di Sini Banyak Seller Mulai Bingung dengan Sistem Marketplace
Masalahnya biasanya bukan di produk, bukan di distributor, dan bukan di Shopee saja. Masalahnya ada di cara kita melihat persaingan di marketplace. Banyak seller menganggap semua toko tujuannya sama, yaitu menjual barang dan mendapatkan keuntungan dari barang itu.
Padahal di marketplace, tidak semua produk dijual untuk mencari untung dari produk tersebut. Ada produk yang dijual untuk tujuan lain, seperti menaikkan traffic, menaikkan ranking toko, menarik pembeli masuk ke toko, atau supaya toko terlihat ramai dan dipercaya pembeli.
Kalau sudah melihat dari sisi ini, biasanya mulai masuk akal kenapa ada produk yang harganya seperti tidak masuk akal.
Tidak Semua Produk Dijual Untuk Untung
Di dunia retail sebenarnya sudah lama ada strategi seperti ini. Supermarket sering menjual beberapa produk dengan harga sangat murah, kadang hampir tidak ada untung, tapi tujuannya supaya orang datang ke supermarket tersebut. Setelah masuk, orang biasanya tidak hanya membeli satu barang, tapi membeli barang lain juga yang marginnya lebih besar.
Di marketplace juga sama. Ada toko yang sengaja membuat satu produk sangat murah sebagai produk umpan. Tujuannya supaya produk itu laku banyak, muncul di pencarian, mendapatkan banyak ulasan, dan membuat toko terlihat aktif dan ramai.
Dari satu produk mungkin tidak untung, tapi dari keseluruhan toko mereka tetap bisa untung.
Belum Tentu Modal Semua Seller Sama
Hal lain yang sering tidak disadari adalah kita sering menganggap semua seller membeli barang dari distributor dengan harga yang sama. Padahal di lapangan tidak selalu begitu. Ada yang mengambil barang dalam jumlah sangat besar sehingga mendapat harga lebih murah, ada yang langsung dari importir, ada yang stok lama, ada yang cuci gudang, ada yang barang sisa proyek, dan ada juga yang punya jalur supplier sendiri.
Jadi walaupun produknya terlihat sama, belum tentu harga modalnya sama. Kita menghitung berdasarkan modal kita, lalu merasa kompetitor pasti rugi. Padahal bisa jadi mereka memang mendapat harga yang lebih rendah.
Ada Juga Yang Sebenarnya Tidak Menghitung Biaya Secara Lengkap
Ini juga cukup sering terjadi di marketplace. Banyak seller menghitung keuntungan hanya dari selisih harga jual dan harga modal, tapi tidak menghitung semua biaya seperti biaya admin, biaya layanan, gratis ongkir, biaya pembayaran, retur, packing, dan lain-lain.
Secara uang yang masuk memang terlihat masih ada, tapi kalau dihitung secara lengkap sebenarnya margin sangat kecil atau bahkan rugi. Banyak toko tetap berjalan karena uang terus berputar, bukan karena margin mereka besar.
Di marketplace, omzet besar tidak selalu berarti untung besar.
Lama-Lama Baru Sadar Marketplace Bukan Sekadar Jualan Barang
Kalau sudah cukup lama jualan biasanya mulai sadar bahwa persaingan di marketplace bukan hanya soal harga dan produk, tapi soal sistem, strategi, dan kekuatan modal. Ada yang bermain di harga, ada yang bermain di iklan, ada yang bermain di affiliate, ada yang bermain di bundling, ada yang bermain di produk umpan, dan ada yang bermain di repeat order.
Makanya kadang kita merasa sudah menghitung harga dengan sangat hati-hati tapi tetap kalah murah. Karena yang kita lawan bukan hanya harga produk, tapi sistem toko mereka secara keseluruhan.
Dan di titik ini biasanya banyak seller mulai mengerti bahwa kalau hanya ikut perang harga, yang menang biasanya bukan yang paling pintar, tapi yang paling kuat modal dan paling tahan rugi.
Kalau dipikir-pikir, hampir semua seller pasti pernah mengalami momen melihat harga kompetitor lalu langsung bingung sendiri, merasa harga kita sudah paling tipis tapi masih ada yang lebih murah lagi. Menarik juga sebenarnya kalau tiap seller cerita pengalaman di kategori masing-masing, karena perang harga di setiap kategori biasanya beda ceritanya.
Komentar
Posting Komentar