Langsung ke konten utama
Memuat waktu...
🔥 Penawaran Voucher Diskon Shopee
Promo & voucher bisa berakhir kapan saja
00 : 00 : 00
LIHAT Voucher Shopee Hari Ini

Kenapa Iklan Shopee Bisa Boncos atau Sepi? Cara Setting ROAS yang Sering Disalahpahami

Banyak Seller Sudah Iklan, Tapi Hasilnya Tidak Sesuai Harapan

Beberapa waktu terakhir saya sering melihat dua keluhan yang sangat bertolak belakang dari seller.

Yang pertama bilang:

“Traffic banyak tapi tidak ada yang beli, iklan boncos”

Yang kedua bilang:

“Traffic sepi banget, padahal sudah pasang iklan”

Menariknya, dua masalah ini sering berasal dari satu hal yang sama.

Yaitu setting ROAS yang kurang tepat.


ilustrasi algoritma iklan shopee seperti sales lapangan dengan target roas yang mempengaruhi trafik dan penjualan

Algoritma Shopee Itu Seperti Sales Lapangan

Supaya lebih gampang dipahami, bayangkan algoritma iklan di Shopee itu seperti karyawan sales lapangan.

Kamu sebagai pemilik toko adalah bosnya.

Kamu kasih dia:

  • uang harian (budget iklan)
  • target penjualan (ROAS)

Kalau dianalogikan:

💰 Budget iklan = uang bensin / uang makan sales
🎯 ROAS = target penjualan yang harus dicapai

Masalahnya, hasil penjualan sangat tergantung dari cara kamu kasih instruksi ke “sales” ini.


roas iklan shopee mempengaruhi performa penjualan marketplace

Kalau ROAS Terlalu Rendah, Iklan Jadi “Asal Tembak”

Misalnya kamu set ROAS rendah, seperti 1.5 atau 2.

Artinya kamu seperti bilang ke sales:

“Yang penting jualan, siapa aja juga nggak masalah”

Apa yang terjadi?

Sales kamu bakal:

  • pergi ke tempat ramai
  • nawarin ke semua orang
  • sebar brosur ke siapa saja

Efeknya:

✔ traffic tinggi
✔ banyak klik
✔ toko terlihat ramai

Tapi masalahnya…

Orang yang datang belum tentu butuh produk kamu.

Jadi:

❌ banyak yang cuma lihat
❌ banyak yang tanya
❌ sedikit yang checkout

Akhirnya budget iklan habis, tapi penjualan tidak sebanding.

Ini yang sering disebut:

👉 iklan boncos


Kalau ROAS Terlalu Tinggi, Iklan Jadi Terlalu Pilih-pilih

Sekarang kebalikannya.

Misalnya kamu set ROAS tinggi, seperti 10 atau 15.

Artinya kamu bilang ke sales:

“Jangan sembarangan jual, harus yang pasti beli!”

Apa yang terjadi?

Sales kamu jadi:

  • sangat selektif
  • tidak berani menawarkan ke banyak orang
  • hanya menunggu target yang benar-benar cocok

Efeknya:

❌ traffic sangat sedikit
❌ toko terlihat sepi
❌ klik sangat minim

Tapi…

✔ sekali closing, hasilnya bagus

Masalahnya, momen closing itu tidak sering terjadi.

Jadi wajar kalau terasa seperti:

👉 “iklan mati”


Ini Kenapa Banyak Seller Salah Paham

Banyak seller panik saat melihat:

traffic turun
klik sedikit

Padahal itu bukan error.

Itu justru hasil dari setting mereka sendiri.

Kalau kamu menyuruh sistem untuk selektif, ya hasilnya memang:

👉 traffic kecil tapi kualitas tinggi


Algoritma Itu Tidak Punya Perasaan

Ini yang penting dipahami.

Sistem iklan di Shopee itu tidak “pintar” seperti manusia dalam arti intuisi.

Dia hanya menjalankan perintah.

Kalau kamu set:

ROAS rendah → dia cari sebanyak mungkin traffic
ROAS tinggi → dia menahan traffic dan pilih yang paling potensial

Tidak lebih dari itu.


Cara Setting yang Lebih Masuk Akal

Kalau toko kamu masih baru atau belum punya data kuat, jangan langsung set ROAS tinggi.

Karena itu sama saja seperti:

👉 nyuruh sales jual mahal tanpa tahu pasar dulu

Biasanya seller yang lebih stabil melakukan ini:

Mulai dari ROAS menengah (tidak terlalu rendah, tidak terlalu tinggi)

Biarkan sistem belajar dulu:

  • siapa target pembeli
  • produk mana yang laku
  • pola pembelian

Setelah mulai terlihat ritme penjualan, baru pelan-pelan dinaikkan.


Intinya Bukan Sekadar ROAS, Tapi Data

Yang sebenarnya dicari oleh algoritma adalah data.

Semakin banyak data yang masuk:

  • klik
  • add to cart
  • checkout

Semakin pintar sistem dalam menampilkan produk ke orang yang tepat.

Kalau langsung disetel terlalu ketat, sistem malah tidak punya cukup data untuk belajar.


Jadi Sebenarnya Masalahnya Bukan di Iklan, Tapi di Setting

Kalau disederhanakan:

ROAS rendah → ramai tapi tidak jelas
ROAS tinggi → sepi tapi terarah

Tinggal kamu mau:

👉 cepat ramai
atau
👉 pelan tapi lebih terukur


Diskusi untuk Seller Shopee

Sekarang saya ingin dengar dari kamu.

Kalau kamu pernah pakai iklan Shopee:

Apakah kamu lebih sering mengalami boncos atau sepi?

Dan biasanya kamu set ROAS di angka berapa?

Coba ceritakan pengalaman kamu di kolom komentar.

Karena seringkali masalah seperti ini bukan hanya dialami satu orang saja.


Tags : Shopee Ads, ROAS Shopee, Iklan Shopee, Tips Seller Shopee, Strategi Marketplace,

Tentang UpdateShopee

UpdateShopee adalah blog yang membahas pengalaman nyata jual beli, iklan, dan sistem Shopee dari sudut pandang pengguna dan seller.
Blog ini berangkat dari masalah nyata yang sering terjadi di Shopee, lalu dijelaskan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami.
Karena setiap masalah di Shopee pasti ada penjelasannya, hanya saja tidak semua orang tahu.

Komentar

TRENDING UPDATE SHOPEE PALING POPULER

Trik & Rahasia Dapat Voucher Tambahan Gratis Ongkir atau Diskon Shopee Terbaru

Trik & Rahasia Dapat Voucher Tambahan Gratis Ongkir atau Diskon Shopee Terbaru Banyak pengguna Shopee mengira voucher hanya muncul di halaman utama atau saat event besar. Padahal ada beberapa trik sederhana yang sering dipakai pembeli berpengalaman untuk mendapatkan voucher tambahan yang tidak selalu terlihat. Menariknya, sebagian voucher tidak muncul otomatis di halaman produk. Voucher ini baru aktif jika pengguna mengakses jalur promo tertentu terlebih dahulu sebelum checkout. Catatan penting: Jika langsung checkout tanpa melewati halaman promo, kemungkinan besar voucher tambahan tidak akan terpasang. Salah satu cara yang jarang disadari adalah mengecek promo berdasarkan toko yang akan dituju terlebih dahulu. Masukkan Nama Toko Shopee Pilih Jenis Voucher Tambahan Voucher Gratis Ongkir Voucher Diskon Belanja Buka Halaman Voucher Tool ini hanya membuka halaman promo Shopee resmi dan tidak menyimpan data pengguna. Setelah membuka ha...

Banyak Voucher Shopee Tidak Muncul Saat Checkout? Ternyata Harus Lakukan Ini Dulu

Banyak pengguna Shopee sering mengalami hal yang sama. Saat melihat produk, ada tulisan diskon, ada tulisan gratis ongkir, bahkan ada promo besar. Tapi ketika masuk ke halaman checkout, voucher yang diharapkan tidak muncul atau tidak bisa digunakan. Akhirnya pembeli merasa tidak ada voucher atau promo tidak berlaku. Padahal sebenarnya seringkali vouchernya ada, hanya saja belum diklaim terlebih dahulu. Di Shopee, sistem voucher memang sedikit berbeda. Tidak semua voucher otomatis muncul saat checkout. Banyak voucher yang harus diklaim dulu dari halaman voucher, halaman promo, Shopee Live, atau halaman campaign tertentu. Setelah voucher diklaim, barulah voucher tersebut bisa digunakan saat checkout. Inilah yang sering membuat banyak pembeli merasa harga checkout tidak sama dengan harga promo yang mereka lihat di awal. Voucher Shopee Sering Tersembunyi di Banyak Halaman Kalau diperhatikan, voucher Shopee sebenarnya tersebar di banyak halaman, tidak hanya di satu tempat saja. Kadang ada v...

Akun Pembeli Tidak Bisa COD Lagi di Shopee? Padahal Tidak Pernah Tolak Pesanan

Masalah ini cukup sering terjadi dan banyak pembeli bingung kenapa tiba-tiba metode COD di Shopee tidak bisa digunakan lagi. Padahal merasa tidak pernah menolak paket, tidak pernah membatalkan pesanan COD, dan sebelumnya masih bisa menggunakan COD seperti biasa. Biasanya ketika checkout, metode COD tiba-tiba tidak muncul atau tidak bisa dipilih. Di situ banyak pembeli mulai berpikir akun mereka bermasalah atau kena blokir. Sebenarnya tidak selalu seperti itu, karena sistem COD di marketplace cukup kompleks dan tidak hanya tergantung pada pembeli saja. COD Itu Bukan Fitur yang Selalu Aktif Untuk Semua Akun dan Semua Toko Banyak yang mengira COD itu fitur tetap seperti transfer bank atau e-wallet. Padahal COD di Shopee sebenarnya tergantung pada beberapa faktor: Riwayat pesanan COD pembeli Riwayat penolakan paket Lokasi pembeli Kurir yang tersedia di daerah tersebut Toko mengaktifkan COD atau tidak Produk bisa COD atau tidak Nilai pesanan Sistem penilaian risiko dari...