Ada yang Berubah, Tapi Tidak Semua Seller Menyadarinya
Beberapa waktu terakhir saya mulai melihat pola yang sama dari banyak penjual di Shopee.
Bukan cuma satu atau dua orang.
Tapi cukup banyak yang bilang hal yang mirip:
“Produk sudah dioptimasi, keyword sudah benar, tapi kenapa makin sepi?”
Ini menarik.
Karena kalau kita lihat ke belakang, dulu cara main marketplace itu cukup jelas.
Optimasi judul.
Masukkan keyword sebanyak mungkin.
Mainkan harga.
Dan biasanya… produk bisa naik.
Tapi sekarang?
Banyak yang merasa cara lama itu tidak bekerja seperti dulu.
Dulu Main Keyword, Sekarang Main Perilaku Pembeli
Kalau disederhanakan, perubahan terbesar ada di sini.
Dulu sistem Shopee itu seperti mesin pencarian sederhana.
Semakin banyak keyword relevan di judul, semakin besar peluang muncul.
Tapi sekarang sistemnya berubah.
Shopee mulai lebih fokus ke perilaku pembeli.
Bukan sekadar:
“produk ini ada keyword apa?”
Tapi lebih ke:
“produk ini benar-benar laku atau tidak?”
Yang dilihat sekarang seperti:
- berapa banyak orang klik
- berapa yang masuk keranjang
- berapa yang benar-benar checkout
- seberapa cepat dapat review
Kalau dianalogikan sederhana…
Dulu seperti orang cari barang di katalog.
Sekarang seperti orang lihat toko mana yang paling ramai pembeli.
Engagement Sekarang Jadi Penentu Besar
Hal lain yang mulai terasa adalah engagement.
Shopee sekarang tidak hanya melihat produk, tapi juga aktivitas toko.
Misalnya:
- seberapa cepat seller balas chat
- apakah toko aktif
- apakah ada interaksi dengan pembeli
- apakah seller pakai fitur live atau video
Ini menarik, karena dulu chat hanya dianggap sebagai support.
Sekarang berubah jadi bagian dari sistem penjualan.
Kalau toko terlihat “hidup”, sistem lebih percaya untuk menampilkan produk tersebut ke lebih banyak orang.
Chat Sekarang Bukan Sekadar Balas Pesan
Ini salah satu perubahan yang cukup terasa.
Sekarang chat bukan cuma tempat menjawab pertanyaan pembeli.
Tapi sudah seperti jalur closing langsung.
Ada fitur seperti:
- pembeli tertarik
- rekomendasi produk lewat chat
Artinya, sistem Shopee mulai melihat chat sebagai bagian dari funnel penjualan.
Kalau dianalogikan:
Dulu chat itu seperti customer service.
Sekarang chat itu seperti sales di toko offline.
Kalau sales aktif, kemungkinan closing lebih tinggi.
Review Tidak Lagi Tentang Jumlah
Dulu banyak seller fokus mengumpulkan review sebanyak mungkin.
Angkanya besar = aman.
Tapi sekarang yang lebih diperhatikan adalah kecepatan review.
Produk yang:
- cepat dapat review baru
- punya aktivitas pembelian yang terus berjalan
akan lebih mudah naik.
Ini menunjukkan bahwa sistem Shopee lebih suka produk yang masih aktif laku sekarang, bukan yang hanya punya sejarah bagus di masa lalu.
Konsistensi Lebih Penting dari Lonjakan
Ini juga sering tidak disadari.
Banyak seller fokus ke “naik cepat”.
Padahal sekarang sistem lebih suka toko yang:
- upload rutin
- performa stabil
- tidak naik turun drastis
Kalau dianalogikan:
Dulu seperti lomba sprint.
Sekarang seperti maraton.
Yang penting bukan cepat di awal, tapi konsisten dalam jangka panjang.
AI dan Personalisasi Sudah Main di Belakang Layar
Ini yang paling tidak terlihat, tapi dampaknya besar.
Shopee sekarang menggunakan sistem AI untuk menentukan produk mana yang muncul ke setiap user.
Artinya:
Produk A bisa muncul di HP kamu
Tapi belum tentu muncul di HP orang lain
Karena sistem membaca:
- kebiasaan belanja
- riwayat klik
- minat user
Jadi sekarang tidak ada lagi “ranking universal”.
Semua jadi personal.
Listing Produk Harus Natural, Bukan Spam
Kalau dulu banyak seller bermain dengan keyword berulang-ulang.
Sekarang justru bisa jadi bumerang.
Shopee mulai membaca:
- deskripsi yang natural
- atribut lengkap
- kategori yang tepat
Kalau terlalu dipaksakan, justru bisa dianggap tidak relevan.
Program Shopee Jadi Booster Tambahan
Fitur seperti:
- gratis ongkir
- iklan
- live
- video
sekarang bukan cuma tambahan.
Tapi sudah jadi bagian dari sistem distribusi produk.
Seller yang aktif di fitur ini biasanya lebih sering muncul di rekomendasi.
Jadi Sebenarnya Masalahnya Bukan Sepi — Tapi Cara Mainnya Berubah
Banyak seller merasa:
“jualan makin sepi”
Padahal seringkali yang terjadi adalah:
cara lama sudah tidak relevan dengan sistem baru
Kalau dulu fokus ke keyword, sekarang harus mulai fokus ke:
- conversion
- interaksi
- konsistensi
- aktivitas toko
Diskusi untuk Seller Shopee
Sekarang saya ingin dengar dari kamu.
Apakah kamu juga merasa perubahan ini?
Produk yang dulu laku, sekarang mulai sepi?
Atau kamu sudah mulai merasakan efek dari:
chat, review cepat, atau live?
Coba ceritakan pengalaman kamu di kolom komentar.
Karena perubahan seperti ini biasanya tidak hanya dirasakan satu orang, tapi hampir semua seller di marketplace.
Komentar
Posting Komentar