Kalau lihat cerita seperti ini di komunitas seller, biasanya langsung relate dengan banyak orang. Bukan satu atau dua seller saja yang mengalami, tapi cukup banyak yang diam-diam merasakan hal yang sama.
2022 mulai fokus online, jalan di beberapa toko.
2023 traffic mulai terasa lancar.
2024 bahkan sudah sampai ribuan resi per hari.
Tapi masuk 2025 mulai terasa turun.
Dan di 2026 masih belum kembali seperti sebelumnya.
Di titik ini biasanya muncul pertanyaan yang cukup berat:
“Apakah hanya saya yang mengalami, atau memang kondisi marketplace sedang berubah?”
Dulu Terasa Lebih Mudah, Sekarang Terasa Lebih Berat
Kalau melihat perjalanan seperti ini, sebenarnya cukup menggambarkan fase yang dialami banyak seller. Di awal masuk marketplace, pertumbuhan biasanya terasa cepat. Traffic naik, order naik, dan sistem terasa “mendukung”.
Tapi semakin lama, kondisi mulai berubah. Yang dulu terasa mudah, sekarang mulai terasa lebih berat.
Bukan karena toko tiba-tiba jelek, tapi karena:
- Kompetitor semakin banyak
- Produk semakin banyak
- Seller baru terus masuk
- Marketplace semakin padat
- Sistem semakin ketat
- Persaingan harga semakin keras
Jadi bukan hanya toko yang berubah, tapi lingkungan marketplace juga berubah.
Tahun 2024 Mungkin Jadi Titik Puncak Banyak Seller
Kalau dilihat dari banyak cerita di komunitas, 2024 memang terasa seperti titik puncak bagi banyak seller. Traffic tinggi, order tinggi, dan perputaran barang sangat cepat.
Tapi setelah itu, mulai terasa pergeseran:
- Traffic tidak sekuat dulu
- Conversion mulai turun
- Kompetitor makin agresif
- Iklan makin mahal
- Promo makin banyak
- Margin makin tipis
Dan di sinilah banyak seller mulai merasa:
“Kerja lebih keras, tapi hasil tidak seperti dulu.”
Marketplace Tidak Diam, Sistemnya Terus Berubah
Yang sering tidak disadari, marketplace seperti Shopee tidak pernah benar-benar diam. Sistemnya terus berubah:
- Algoritma berubah
- Sistem ranking berubah
- Sistem iklan berubah
- Sistem voucher berubah
- Sistem gratis ongkir berubah
- Sistem campaign berubah
Dan perubahan ini tidak selalu terlihat jelas, tapi dampaknya terasa di traffic dan penjualan.
Jadi kadang bukan toko kita yang turun, tapi sistemnya yang sudah berbeda dari sebelumnya.
Seller Lama Mulai Masuk Fase “Adaptasi Kedua”
Biasanya seller yang sudah lama akan masuk ke fase baru. Kalau di awal belajar jualan, sekarang belajar bertahan.
Yang dulu fokus:
- Upload produk
- Cari harga murah
- Tunggu order
Sekarang mulai berubah jadi:
- Mengatur margin
- Mengatur biaya
- Mengatur iklan
- Mengatur stok
- Mengatur sistem toko
- Mengatur cashflow
- Mengatur strategi
Ini bukan lagi fase “jualan”, tapi fase mengelola sistem bisnis di marketplace.
Yang Naik Biasanya Bukan Yang Sama Seperti Dulu
Menariknya, walaupun banyak yang merasa turun, tetap ada toko yang naik.
Biasanya yang naik adalah:
- Toko yang cepat adaptasi
- Toko yang ubah strategi
- Toko yang tidak hanya perang harga
- Toko yang main di sistem (iklan, affiliate, live)
- Toko yang punya repeat order
- Toko yang punya produk pembeda
- Toko yang kuat di branding
- Toko yang punya sistem
Artinya bukan marketnya mati, tapi cara mainnya yang berubah.
Banyak Seller Mulai Merasa “Ini Tidak Seperti Dulu”
Kalimat ini sering muncul di komunitas:
“Dulu enak, sekarang susah.”
Dan memang ada benarnya. Tapi bukan berarti tidak bisa berkembang lagi, hanya saja:
- Persaingan naik level
- Biaya naik
- Sistem lebih kompleks
- Harus lebih strategis
Marketplace sekarang bukan lagi tempat yang bisa hanya mengandalkan harga murah.
Jadi Ini Turun Karena Apa?
Kalau ditarik garis besar, biasanya karena kombinasi:
- Market semakin padat
- Sistem marketplace berubah
- Kompetitor meningkat
- Biaya meningkat
- Strategi lama sudah tidak cukup
- Perilaku pembeli berubah
Jadi bukan hanya satu faktor.
Kalau dipikir-pikir, cerita seperti ini mungkin bukan hanya satu orang saja. Banyak seller yang diam-diam merasakan hal yang sama, hanya saja tidak semua membagikannya. Yang menarik justru pertanyaannya: di tengah kondisi seperti ini, apakah ada yang justru penjualannya naik? Dan kalau iya, mereka mengubah apa dari cara jualannya?
Komentar
Posting Komentar