Kenapa Sudah Share Link Shopee Tiap Hari Tapi Komisi Nol? Ini Pengalaman Saya Sebagai Pemula Affiliate
Waktu pertama kali daftar Shopee Affiliate, saya benar-benar optimis.
Bayangan saya sederhana:
Tinggal ambil link produk → share ke media sosial → tunggu komisi masuk.
Ternyata realitanya tidak sesederhana itu.
Saya sudah share link hampir setiap hari. Story upload. Status update. Kadang kirim ke grup. Tapi saat buka dashboard… komisi tetap kecil. Bahkan pernah nol.
Awalnya saya pikir saya kurang rajin.
Ternyata bukan cuma itu.
Setelah saya pelajari pelan-pelan sebagai orang yang benar-benar awam, saya baru paham kenapa hal ini sering terjadi.
1️⃣ Banyak Klik ≠ Banyak Komisi
Dulu saya pikir semakin banyak orang klik link saya, semakin besar komisi yang saya dapat.
Ternyata salah besar.
Shopee Affiliate itu sistemnya dibayar kalau ada pembelian yang valid, bukan karena banyak klik.
Artinya:
-
Orang klik → lihat produk → tidak jadi beli = tidak ada komisi
-
Orang klik → beli → bayar → pesanan selesai = baru dihitung komisi
Jadi walaupun link saya diklik puluhan kali, kalau tidak ada yang benar-benar checkout dan bayar, hasilnya tetap nol.
Sebagai pemula, ini yang paling sering bikin salah paham.
2️⃣ Pesanan Bisa Batal, Komisi Ikut Hilang
Saya pernah senang karena ada notifikasi transaksi.
Beberapa hari kemudian… hilang.
Ternyata pembeli membatalkan pesanan atau mengembalikan barang.
Karena transaksinya tidak selesai sesuai aturan, komisi juga tidak dibayar.
Dari situ saya paham:
Komisi itu bukan dihitung saat orang klik “beli”, tapi setelah transaksi benar-benar selesai.
3️⃣ Link Ternyata Bisa Tidak Terlacak
Ini jujur bikin saya kaget.
Saya kira selama pakai link dari dashboard affiliate, pasti aman.
Ternyata ada beberapa kemungkinan kenapa komisi tidak masuk:
-
Link terpotong saat saya copy paste
-
Saya salah ambil link (bukan link affiliate yang benar)
-
Produk yang saya share ternyata tidak termasuk program komisi saat itu
Kalau Shopee tidak bisa melacak bahwa pembelian itu dari link saya, ya komisi tidak akan dihitung.
Dan sebagai pemula, saya dulu tidak sadar soal detail seperti ini.
4️⃣ Saya Asal Share Produk, Tanpa Riset
Dulu saya share produk yang menurut saya menarik.
Tapi saya tidak pernah pikir:
-
Apakah produk ini banyak dicari?
-
Apakah harganya masuk akal?
-
Apakah orang benar-benar butuh?
Akhirnya banyak klik, tapi jarang yang beli.
Baru setelah saya mulai pilih produk yang memang sedang tren atau sering dipakai orang, hasilnya mulai terasa.
Ternyata bukan soal banyak share.
Tapi soal produk yang tepat.
5️⃣ Akun Saya Ternyata Belum Lengkap
Ini juga sempat bikin panik.
Saya sudah lihat ada komisi, tapi pencairannya lama.
Setelah dicek, ternyata:
-
Data rekening belum lengkap
-
Verifikasi belum selesai
Sebagai pemula, saya pikir daftar saja sudah cukup.
Padahal verifikasi itu penting supaya komisi benar-benar bisa diproses.
6️⃣ Saya Tidak Pernah Baca Update Aturan
Jujur saja, saya dulu tidak pernah baca syarat & ketentuan.
Ternyata aturan affiliate bisa berubah.
Jenis produk yang dapat komisi juga bisa berubah.
Kalau kita tidak update, bisa saja kita share produk yang sebenarnya tidak lagi eligible komisi.
7️⃣ Konten Saya Terlalu Biasa
Ini bagian paling jujur.
Saya dulu cuma tulis:
“Link produk bagus, cek di sini ya.”
Tanpa review.
Tanpa alasan kenapa orang harus beli.
Tanpa penjelasan manfaat.
Saya kira orang akan langsung tertarik.
Ternyata tidak.
Setelah mulai kasih sedikit ulasan, pengalaman pakai, atau alasan kenapa produk itu worth it, baru ada peningkatan.
Jadi Masalahnya Bukan Sekadar Rajin
Dari pengalaman saya sebagai pemula, saya simpulkan satu hal:
Komisi nol bukan berarti kamu gagal.
Bisa jadi kamu belum paham sistemnya.
Affiliate itu bukan soal seberapa sering kita share link.
Tapi soal:
-
Apakah ada pembelian yang valid
-
Apakah link terlacak dengan benar
-
Apakah produk tepat
-
Apakah konten meyakinkan
Sekarang saya tidak lagi asal share.
Saya lebih pilih produk.
Lebih cek link.
Lebih perhatikan laporan.
Dan hasilnya mulai lebih stabil.
Kalau kamu masih merasa sudah kerja keras tapi komisi tidak ada, mungkin bukan kamu yang salah.
Mungkin kamu cuma belum tahu cara kerjanya.
Dan saya juga dulu ada di posisi itu.